DEKOT (RAGORO)- Berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Gorontalo (Pemkot) dalam hal ini OPD, khususnya didalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tentunya mendapatkan dukungan dan apresiasi dari para anggota DPRD Kota Gorontalo. Seperti halnya yang disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD Kota Gorontalo, Alwi Podungge. ” Meski Tak Seindah Gelora Bungkarno, Gelora Nanti Wartabone Harus Jadi Icon Gorontalo” Ucap Aleg yang dikenal siraja pantun ketika ditemui Wartawan Rakyat Gorontalo, Kemarin.
Menurutnya dengan diberlakukan retribusi kepada para pengunjung atas pemanfaatan stadion Gelora Nani Wartabone Kota Gorontalo, sedikitnya dapat membantu menambah APD Kota Gorontalo, hanya saja dengan diberlakukan retribusi itu pemerintah dalam hal ini dinas terkait harus meynediakan fasilitas yang memadai.
” Iya jadi untuk pemberlakukan retribusi untuk pemanfaatan lokasi itu tak menjadi persoalan, hanya saja hal tesebut harus juga didalamnyha harus berbarengan dengan fasilitas yang memadai, agar parapengujung bisa merasa adil atau tidak keberatan dengan pungutan tersebut. Karena dengan fasilitas yang telah disediakan saya rasa tak ada masyarakat yang komplen seperti yang saat ini masih ada juga sebagian masyarakat yang mengeluhkannya, seperti keberadaan toliet yang tidak difungsikan, serta fasilitas lainnya.”kata Aleg dari dapil Siputeng itu.
Disamping itu juga politisi dari Partai Amanat Nasional ini menilai, kondisi Gelora Nanti Wartabone saat ini masih terkesan kumuh, mengingat didalamnya sudah diberlakukan retribusi maka disitu juga ada pendapatan sehingga pemerintah harus melakukan pembenahan untuk mempercantik lokasi dan menarik pengunjung untuk beraktifitas ditempat itu.
“Saya menginginkan agar gelora Nani Wartabone ini menjadi kawasan olahraga yang terbaik di Provinsi Gorontalo. Sehingga pembenahan itu perlu dilakukaan. Meski tak seperti wajah gelora bungkarno akan tetapi setidaknya bisa jadi kawasan terbaik di Gorontalo bahkan menjadi icon terbaik di Provinsi Gorontalo”tegas mantan pemain Persebaya Surabaya era 90an itu.(Fah)











