KAMPUS – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menjadi tuan rumah Pembukaan Pemuda Fest 2026 yang diikuti ratusan pelajar SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Gorontalo serta mahasiswa UMGO, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang digelar di Gedung Indoor David Bobihoe Akib itu diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekraf) Provinsi Gorontalo dalam rangka menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda.
Mengusung tema Semangat Regenerasi Kepemimpinan untuk Pelestarian Kearifan Lokal Kerajinan Karawo, Pemuda Fest 2026 menghadirkan ruang pengembangan kreativitas, kewirausahaan, dan kepedulian generasi muda terhadap kerajinan khas Gorontalo.
Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut di lingkungan kampus. Ia menilai Pemuda Fest menjadi momentum untuk membangun jejaring, mendorong kreativitas generasi muda, sekaligus memperkenalkan UMGO kepada masyarakat.
“Selamat datang di UMGO, kampus membangun citra, merancang masa depan. Kegiatan hari ini patut kita syukuri karena sekaligus menjadi bagian dari promosi UMGO,” ujarnya.
Prof Kadim juga mengingatkan pentingnya kreativitas, inovasi, dan jejaring agar gerakan organisasi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, hal ini dikaitkan dengan nilai fastabiqul khairat, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan, yang menjadi bagian dari gerakan Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
“Kalau tidak bergerak, bukan Muhammadiyah. Kalau tidak bergerak, bukan organisasi otonom gerakan. Gerakan ini membutuhkan kreativitas, inovasi, dan jejaring,” tegasnya.
Selain menjadi ruang kolaborasi pemuda, Pemuda Fest 2026 mengangkat pelestarian Karawo sebagai salah satu fokus kegiatan. Ketua DPD IMM Provinsi Gorontalo, Moh. Arif Bina, mendorong agar kerajinan khas daerah tersebut semakin dikenal di tingkat nasional melalui jaringan organisasi Muhammadiyah.
Gagasan itu, menurut Arif, telah disampaikan dalam Tanwir IMM di Palu. Ia mengusulkan agar produk Karawo turut tersedia di toko-toko Suara Muhammadiyah sehingga jangkauan pemasaran kerajinan lokal dapat diperluas.
“Tidak hanya menjual batik Muhammadiyah, kami mengusulkan agar di toko-toko Suara Muhammadiyah juga tersedia Karawo Muhammadiyah,” ungkapnya.
Arif berharap gagasan tersebut dapat membuka peluang pasar lebih luas bagi para pengrajin lokal sekaligus memperkenalkan Karawo kepada masyarakat di berbagai daerah melalui jaringan Muhammadiyah.
Pemuda Fest 2026 juga menghadirkan materi pengembangan kapasitas pemuda. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, menyampaikan materi tentang literasi keuangan, digitalisasi transaksi melalui QRIS, serta Gerakan Cinta, Bangga, Paham Rupiah sebagai fondasi bagi wirausaha muda.
Materi berikutnya bertajuk “Mindset Shift: Membangun Mentalitas Wirausaha Tangguh dan Adaptif di Era Digital” disampaikan anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan I Kota Gorontalo, Erwinsyah Ismail, M.I.Kom.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Nikson Entengo, S.IP., M.Si., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo, yang hadir mewakili Gubernur Gorontalo.(Doe)












