Dukung Ketahanan Pangan dan KL, Mahasiswa KKD 30 UMGO, Wujudkan Apotek Hidup Di Desa Dulamayo

39
ADV
10
Mahasiswa KKD 30 UMGO di Desa Dulamayo, Kabgor

GORONTALO (RGNEWS) – Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) XXX Tematik Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) Kelompok KKD 30 Dulamayo, melaksanakan program kerja Apotek Hidup sebagai implementasi tema “Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan Berbasis Potensi Lokal” di Desa Dulamayo, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Program yang mulai dilaksanakan sejak 6 Juli 2026 ini, sampai hari ini masih terus berlanjut pada tahap perawatan tanaman.

Koordinator Desa KKD 30 Dulamayo, Emil B. Balo, mengungkapkan bahwa program Apotek Hidup tidak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat agar lebih mengenal manfaat tanaman obat keluarga sebagai alternatif menjaga kesehatan. Program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan yang produktif dan bernilai manfaat.

“Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai media budidaya tanaman obat keluarga (TOGA), sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pemanfaatan tanaman herbal serta menciptakan lingkungan yang hijau dan produktif,” tambah Emil.

Mahasiswa KKD 30 Dulamayo, sedang melakukan penanaman tanaman obat obatan di Apotik Hidup.

Sebelum pelaksanaan program, mahasiswa KKD 30 Dulamayo terlebih dahulu melakukan silaturahmi (sowan) dan koordinasi dengan pemerintah desa serta aparat Desa Dulamayo untuk memaparkan rencana program kerja yang akan dilaksanakan. Program Apotek Hidup mendapat sambutan positif, apresiasi, dan dukungan penuh dari pemerintah desa. Bahkan, aparat desa turut memberikan rekomendasi beberapa lokasi yang dinilai layak dijadikan tempat pembangunan bedeng tanaman.

Berdasarkan rekomendasi tersebut, kelompok KKD memilih lahan yang diusulkan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Haris F. Malik, yang berada di pekarangan rumah salah satu warga Desa Dulamayo, Irawaty Farid Malik. Pemilik lahan menyambut baik kehadiran mahasiswa dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program.

Setelah lahan dipersiapkan, mahasiswa bersama masyarakat melakukan penanaman berbagai jenis tanaman obat yang mudah dibudidayakan dan memiliki manfaat bagi kesehatan. Tanaman yang dibudidayakan meliputi jahe merah, kunyit, temulawak, kencur, mayana, tanaman yodium, dan serai. Pemilihan tanaman tersebut disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta potensi lokal yang dimiliki Desa Dulamayo sehingga diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Selain melakukan penanaman, mahasiswa juga melaksanakan perawatan rutin berupa penyiraman, pembersihan gulma, serta pemantauan pertumbuhan tanaman. Tahapan perawatan ini masih terus dilakukan hingga saat ini sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam memastikan keberlangsungan program sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Kegiatan penanaman tanaman di Apotik Hidup.

Kegiatan ini sendiri berada di bawah bimbingan Irsyad, S.Psi., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang senantiasa memberikan arahan kepada mahasiswa agar setiap program kerja mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta selaras dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat yang diusung dalam KKD Tematik.

Melalui pelaksanaan Program Apotek Hidup, mahasiswa berharap tercipta kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal. Kehadiran apotek hidup diharapkan menjadi sarana edukasi, sumber tanaman obat keluarga, sekaligus wujud nyata upaya bersama dalam mendukung ketahanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan di Desa Dulamayo. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *