Dekan Sebut Mitra Strategis, Ketua IKA Ingatkan Jangan Hanya Nostalgia
KAMPUS (RGNEWS.COM) – Temu Alumni dan Milad ke-1 Ikatan Alumni (IKA) FISIP Universitas Gorontalo (UNIGO) Rayon Bone Bolango di Desa Kaidundu, Kecamatan Bulawa, Sabtu (27/9/2026) jadi panggung dua pesan kuat.
Dekan FISIP Dr. Abdul Wahab Podungge, SE.,M.Si menegaskan alumni adalah mitra masa depan fakultas. Ketua IKA FISIP Rayon Bone Bolango Andris Amirudin Makmur, S.IP.,M.AP mengingatkan alumni soal tanggung jawab moral.
Dekan: Bukan Sekadar Nostalgia

Dekan Wahab membuka dengan penegasan temu alumni bukan ajang kangen-kangenan.
“Temu alumni bukan sekadar pertemuan untuk bernostalgia. Lebih dari itu, ini momentum mempererat silaturahmi, memperkuat rasa memiliki terhadap almamater, serta membangun jejaring dan kolaborasi untuk masa depan,” kata Wahab.
Ia menyebut alumni FISIP kini tersebar di berbagai profesi. Ada ASN, politisi, akademisi, profesional, pengusaha, aktivis. Tapi identitasnya tetap satu: keluarga besar FISIP.
“Alumni adalah kekuatan penting bagi kemajuan perguruan tinggi. Keberhasilan alumni di tengah masyarakat cerminan proses pendidikan di almamater. Karena itu kami memandang alumni bukan sebagai bagian dari masa lalu, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun masa depan fakultas,” tegasnya.
Ketua IKA: Apa Yang Sudah Kita Beri?
Pesan itu disambung Ketua IKA Rayon Bone Bolango Andris A. Makmur lewat orasi ilmiah motivasi bertema “Dulu Satu Kampus, Sekarang Satu Keluarga”.

Andris mengajak alumni merenung.
“Ada satu pertanyaan sederhana yang perlu kita renungkan: Setelah sekian tahun meninggalkan almamater, apa yang telah kita lakukan dengan ilmu, pengalaman, dan kesempatan yang pernah kita terima?” ujar Andris.
Menurutnya, pertanyaan itu bukan untuk mengukur siapa paling berhasil, siapa paling kaya atau tinggi jabatan.
“Pertanyaan ini jauh lebih mendasar: Apakah keberadaan kita telah memberikan manfaat bagi orang lain? Sebab ukuran keberhasilan alumni bukan hanya seberapa tinggi posisi yang dicapai, tetapi seberapa besar nilai yang mampu kita berikan kepada lingkungan,” katanya.
Ia mengingatkan, wisuda bukan akhir perjalanan.
“Ketika kita mengenakan toga dan menerima ijazah, perjalanan sesungguhnya dimulai. Kampus memberikan pengetahuan. Kehidupan mengajarkan kebijaksanaan. Kampus mengajarkan teori, kehidupan mengajarkan realitas. Kampus mengajarkan bagaimana berpikir, kehidupan menguji bagaimana kita mengambil keputusan,” ujarnya.
Karena itu, status alumni adalah tanggung jawab moral.
“Kita membawa nama almamater ke mana pun pergi. Ketika alumni bekerja dengan integritas, masyarakat melihat almamater telah melahirkan insan yang baik. Ketika alumni melayani dengan tulus, almamater ikut dapat kehormatan,” kata Andris.
Ia menutup dengan ajakan mengubah cara pandang.
“Jangan bertanya, apa yang telah almamater berikan kepada kita? Tapi mari mulai bertanya: Apa yang dapat kita berikan kepada almamater dan masyarakat tercinta? Inilah semangat yang harus kita bangun dalam Ikatan Alumni,” tutupnya.
Temu alumni di Bulawa dirangkaikan dengan Bakti Akademik FISIP UNIGO yang fokus pada penataan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). (*)












