KABGOR – Bupati Gorontalo sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan, Gerakan Pramuka memegang peranan sebagai salah satu kekuatan dalam menjaga budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Penegasan itu disampaikan saat menutup Perkemahan Bakti Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Tingkat Cabang Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto.
Kegiatan tersebut telah berlangsung selama lima hari dan diikuti ratusan anggota Pramuka dari berbagai Gugus Depan (Gudep) dan Satuan Karya se-Kabupaten Gorontalo.
“Saka Widya Budaya Bakti adalah benteng terakhir dari penyelamatan budaya kita sendiri. Ini senapas dengan misi utama Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk membangun manusia yang beragama, berbudaya, unggul, dan kompetitif.”
“Pemkab Gorontalo akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan kepramukaan ke depan,” ujar Bupati Sofyan.
Dikatakan, berakhirnya perkemahan tidak boleh menjadi akhir dari semangat dan nilai-nilai yang diperoleh peserta selama kegiatan. Pengalaman selama lima hari diharapkan menjadi bekal yang dibawa kembali ke Gugus Depan masing-masing.
“Biarlah patok tenda bisa terbongkar, tetapi semangat Pramuka dan semangat juang itu akan terus ada menjadi milik Adik-adik sekalian. Pengalaman selama lima hari ini mungkin terasa singkat, namun kesannya akan bertahan sepanjang hayat,” ujar Sofyan Puhi di hadapan para peserta.
Ia juga mengapresiasi kualitas pelaksanaan perkemahan yang dinilainya telah memenuhi standar nasional. Sofyan memberikan apresiasi kepada para pimpinan dan pembina Saka, di antaranya Kak Jayusdi Rivai dan Kak Roman Nasaru, atas kontribusi dalam pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Sementara itu, Pimpinan Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Kabupaten Gorontalo, Jayusdi Rivai, mengapresiasi semangat kebersamaan peserta dan kesungguhan panitia selama pelaksanaan perkemahan.
Menurut Jayusdi, kompetisi dalam kegiatan kepramukaan tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Nilai persaudaraan dan kebersamaan tetap menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan.
“Lomba bukan sekadar mencari siapa yang terhebat, melainkan wadah untuk merawat kebersamaan, keceriaan, dan rasa persaudaraan,” tegasnya.
Jayusdi mengatakan, SWBB bersama instansi terkait berencana mendorong kegiatan kepramukaan berbasis wilayah pada tahun depan agar pembinaan dapat menjangkau lebih banyak peserta sebelum kembali bertemu pada kegiatan tingkat kabupaten.
Ia turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Bupati Gorontalo, jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo, dan masyarakat setempat yang turut menyukseskan Perkemahan Bakti SWBB Tahun 2026. (*)











