Dibalik Kemegahan Penas XVII, Ada DLH Yang Sibuk Mengurus Sampah

27
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

RG.News – Penas XVII memang baru saja digelar Rabu kemarin kegiatan puncaknya. Kegiatan spektakuler itu sangat membuat nama Gorontalo dikenal. Maklum itu kegiatan nasional yang dihadiri ribuan orang.

Namun ada satu dinas yang luput dari benak kita. Dibalik meganya acara, ada satu dinas yang hingga hari ini harus turun full sejak pagi, Kamis (25/06/26), terus menjadi penyangga kebersihan.

Wajarlah jika kita sedikit mengucapkan juga kata TERIMAKASIH bagi pasukan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Gorontalo dan DLH Provinsi Gorontalo.

Mereka bekerja bukan hanya kali ini. Terhitung sudah 10 hari, bahkan jauh jauh hari mereka terus menyangga kebersihan lokasi Penas, hingga keluar.

Banyaknya aktivitas masyarakat disetiap harinya, maka produksi sampah pun pasti ada. DLH kedua instansi bertingkat itu terus berusaha memungut sampah sampah acara.

Kantong kresek dikerahkan, Motor gerobak Viar lalu lalang kesana kemari, truck pun selalu stand by menunggu sampah. Personilnya pun terus sigap bersama pemimpinnya memungut sampah satu persatu.

Nita Hippy menjelaskan, didua puncak acara pembukaan dan penutupan, siangnya mereka langsung action.
” Ya, kita langsung bergerak. Pasca acara ditutup, pelan pelan motor dan personil kita kerahkan. Agar kondisi dilapangan khususnya dilokasi utama Penas, benar benar terlihat bersih dari sampah,” ucapnya.

Beberapa pegawai mereka bahkan hingga pukul 12.00 Rabu malam, masih terus berada dilokasi memungut serakan sampah untuk dikumpul jadi satu, tinggal diangkat.

Acara hiburan malam pada puncak acara pun mereka abaikan. ” Bome band utiye. Timao sampah himo’olo. (Buat apa hiburan. Ini sampah yang perlu diangkat)” ujarnya dalam bahasa Gorontalo.

Satu kepedulian yang harus diacungi jempol. Produksi sampah yang meningkat jelang acara, 5 atau bahkan 10 hari kebelakang. Pasukan DLH Provinsi dan Kabupaten dibawah pimpinan Anita Hippy dan Bambang Trihandoko, juga ada Kabid Alim Katili lajimnya diapresiasi.

Bahkan untuk itu, kabarnya tak ada anggaran khusus. Atau perlu, belakangan baru diberikan untuk itu. Sebab tanpa penyangga kebersihan DLH. Keasrian kebersihan kegiatan nasional itu entah bagaimana. Sebab Panas tercatat dalam sejarah mengharumkan nama Gorontalo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *