KABGOR – Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Gorontalo yang satu ini memang cukup sederhana, tampil dengan gaya apa adanya.
Dia masih bisa dibilang Aleg muda, baru mau mendekati kepala empat. Dengan usia itu membuat dia cukup dekat dengan rakyat didapilnya sebagai corong aspirasi di DPRD.
Kesederhanaan itu muncul pula disetiap kesehariannya kalau datang di DPRD. Kabarnya ia tak miliki mobil pribadi. Mobil satu satunya milkinya yang sering terparkir di DPRD adalah mobil ambulance, semi ambulance.
Ya, mobil itu dibuat sedemikian rupa, untuk membantu masyarakat. Adakala mobil itu meraung keras sirenenya melintas diruas ruas jalan. Berarti ada warga yang dilagi dilarikan ke rumah rumah sakit terdekat.
Al-Ghazali cukup puas dengan itu. Bisa menolong orang disaat membutuhkan. Sebab dia adalah wakil rakyat. Wakil rakyat didapilnya Tibawa-Pulubala Cs. Sekalian jadi amal pahala jariah, katanya.
Bagaimana kalau saat dirinya ngantor mobil itu lagi dipakai masyarakat. Nah, disini dia cukup naik motor bututnya. Hal ini pun tertangkap kamera pewarta saat berada di DPRD.
” Tuk..tuk..tuk,” suara motonya. Motor itu memang motor matic. Tapi bunyinya sudah tak halus lagi. Ya seperti mesin pemotong padi, mesinya cukup keras berbunyi. Yah, maklum motor butut.
Saat ditanya, Al-Ghazali cukup senyum. Ini motor bersejarah, katanya. Ia santai mengendarai motor itu untuk pulang ke wilayahnya, kurang lebih 10-15 Km.
Kala itu hujan baru reda. Al-Ghazali pelan pelan keluarkan motornya dari garasi DPRD. Pakai helm, lalu jaket hujan. Al-Ghazali pun langsung gas membelah rinai sisa sisa hujan disore itu.
” Pak bapak naik motor ini, ” tukas pewarta. ” Iya, jawabnya. Santai, penting masih hidup, dan sampai ketempat tujuan,” jawabnya santai. (*)











