Indra Bakari, SE
(Alumni Unigo Angkatan 2016)
Pemilihan Rektor Universitas Gorontalo (Unigo) periode 2026–2030 telah memasuki tahap akhir. Seluruh rangkaian seleksi akademik telah dilalui.
Kini, arah kampus empat tahun ke depan berada di tangan Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a (YPDLP) Gorontalo.
Pada tahapan penentuan ini, YPDLP Gorontalo memegang kewenangan penuh untuk menetapkan siapa yang paling layak memimpin Unigo.
Ada tiga kandidat calon rektor yang telah mengikuti seluruh tahapan. Dr. Robby Hunawa, S.IP.,M.Si, Prof. Dr. Hj. Meimoon Ibrahim, SE.,MM dan Dr. Roy Marthen Moonti, SH.,MH.
Sebelumnya, Senat Unigo telah menyampaikan rekomendasi hasil uji kelayakan dan kepatutan terhadap tiga kandidat calon rektor sebagai bahan pertimbangan yayasan.
Rekomendasi senat menjadi rujukan penting karena lahir dari penilaian akademik dan institusional.
Di dalamnya tercermin rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, serta visi para kandidat dalam menjawab tantangan perguruan tinggi ke depan mulai dari peningkatan mutu akademik, penguatan tata kelola, hingga daya saing lulusan.
Karena itu, keputusan yayasan bukan sekadar memilih satu nama. Lebih jauh, keputusan tersebut akan menentukan arah kebijakan dan karakter kepemimpinan Unigo dalam empat tahun mendatang.
Pilihan yang diambil hari ini akan berdampak langsung pada iklim akademik, stabilitas organisasi, dan kepercayaan publik terhadap kampus ini.
Kepemimpinan perguruan tinggi di era perubahan cepat menuntut figur yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki visi, integritas, serta keberanian melakukan pembenahan.
Rektor ideal adalah mereka yang mampu menjembatani nilai-nilai akademik dengan tuntutan zaman, tanpa mengorbankan independensi dan marwah kampus.
Sesuai tahapan, rektor Unigo periode 2026–2030 dijadwalkan akan dilantik pada Januari 2026. Waktu yang tersisa tidak panjang.
Publik kampus dan masyarakat Gorontalo kini menanti keputusan YPDLP Gorontalo, keputusan yang akan menjadi penentu arah Unigo ke depan. (***)











