KABGOR – Musda Golkar XI Kabupaten Gorontalo akhirnya digelar, Selasa (09/12/25) di RM. Orasawa, Bongohulawa-Limboto.
Musda yang sempat terulur ulur waktunya dari tanggal ditetapkan itu akhirnya diambil alih DPD 1 Golkar Provinsi Gorontalo.
Jelang Musda tensi Politik Golkar mulai tinggi diantara para calonnya dan para pendukung calon, adu kekuatan dua surat. Surat Diskresi dan surat dukungan 16 PK (Pengurus Kecamatan).
Dalam Musda Golkar XI ini terpilih kader militan partai Golkar, Iskandar Mangopa dengan mengantongi dukungan dukungan melalui ferivikasi faktual oleh tim.
Sementara untuk para calon lainnya yang namanya sempat maju, harus gugur lewat ferivikasi faktual para calon.
Alhasil dari semua perjalanan rapat pleno Musda Golkar XI menetapkan satu calon Iskandar Mangopa terpilih secara aklamasi.
Presidium sidang Ghalieb Lahidjun melalui beberapa pimpinan sidang lainnya, ada Guntur Puluhulawa, Yunus Dunggio dan dua rekan lainnya akhirnya menetapkan Iskandar Mangopa sebagai Ketua DPD II Golkar terpilih di Musda Golkar XI Kabupaten Gorontalo.
Sebelumnya beberapa calon yang ada harus rela tidak masuk dalam bursa calon dikarenakan jumlah dukungan 30 persen belum terpenuhi.
Iskandar Mangopa sendiri mulai menapaki kariernya di Golkar dari tahun 1998 mulai dari PK, Bendahara dan beberapa jabatan lainnya hingga malam itu terpilih menjadi Ketua Golkar.
Dalam sambutannya Iskandar tetap menyebut Hendra Hemeto ketua lama sebagai mentornya.
Iskandar berkomitmen bakal membangun partai ini pun sebagaiamana rintisan dirinya berkarier.
” Kutau yang kumau. Maka rasa semua kader harus mampu dirasakan pemimpin. Berangkat dari bawah. Maka rasa ini juga saya siap membaginya dari tingkat bawah.
Musda pada perjalanannya cukup alot, dengan suhu politik yang cukup tinggi. Resonansi itu mulai terasa saat perjalanan sidang dimulai, bahkan disaat pembukaan.
Ketua DPD 1 Idah Syaidah pun sempat berkata dirinya sempat ditelepon oleh DPP. Namun dirinya menolak mentah mentah cawe cawe DPP itu untuk biarkan demokrasi dan dinamika tumbuh di daerah.
” Percayakan kepada kami selaku orang didaerah. Kami yang lebih tau bagaimana kondisi kader kader kami di daerah,” tukas Idah. (*)











