Koalisi Blok Timur Usung Dr. R: Peta Politik Kampus Mulai Bergerak

303
ADV
10

KAMPUS (RGNEWS.COM) – Suhu politik kampus Universitas Gorontalo (UNIGO) mulai menghangat. Setelah rangkaian sosialisasi pemilihan rektor rampung di setiap fakultas, dinamika yang selama ini senyap perlahan bergeser jadi perbincangan hangat di koridor akademik.

Dari timur kampus, muncul satu langkah terukur: koalisi dua fakultas. Fakultas Ungu dan Fakultas Oranye resmi membentuk poros politik baru.

Mereka menamakan diri Koalisi Blok Timur, dan sepakat mengusung sosok berinisial Dr. R sebagai kandidat rektor pada periode mendatang.

Di balik inisial itu, tersimpan pesan simbolik: seluruh figur yang digadang-gadang dari poros ini bergelar doktor dan berawalan huruf yang sama R. Tapi yang lebih penting dari nama adalah gagasan yang mereka bawa.

“Kami percaya kandidat yang kami usung memiliki visi kuat, integritas, dan kapasitas akademik untuk membawa universitas menuju peningkatan kualitas yang berkelanjutan,” ujar Rivandi Dengo, mewakili fakultas pendukung.

Koalisi ini lahir bukan sekadar untuk menyaingi, tapi untuk menyehatkan demokrasi kampus.

Mereka ingin memastikan pemilihan rektor bukan hanya soal siapa yang menang, tapi bagaimana universitas tumbuh dari proses yang jujur, terbuka, dan bernilai.

Dr. R disebut memiliki pandangan strategis: pembangunan kampus tak berhenti di beton dan gedung, tapi menyentuh jiwa intelektualnya, sumber daya manusia, budaya akademik, dan daya saing lulusan.

“Universitas harus menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan generasi muda,” tambah salah satu juru bicara koalisi.

Tak hanya wacana, tim Dr. R menyiapkan konsep Smart Campus Terintegrasi, sistem digital satu pintu yang menghubungkan layanan akademik, keuangan, dan monitoring kinerja. Transparan, efisien, dan berorientasi pelayanan.

Selain itu, ada gagasan membangun Pusat Riset Inovasi Daerah, wadah kolaborasi antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat.

Tujuannya jelas: agar riset tak berhenti di jurnal, tapi hidup dalam praktik pembangunan daerah.

“Kami ingin menjadikan riset kampus punya kaki di tanah dan kepala di langit,”
ujar Jefri Polinggapo, juru bicara Dr. R.

Kini, publik kampus menunggu deklarasi resmi dan pemaparan visi-misi dari poros timur.

Tahapan pemilihan rektor masih berjalan, tapi satu hal pasti: politik kampus telah menemukan nadanya sendiri.

Karena di balik dinamika dan strategi, terselip satu harapan sederhana, perebutan kursi rektor bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan perjuangan menjaga marwah akademik dan masa depan universitas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *