KAMPUS (RGNEWS.COM) – Mahasiswa Universitas Gorontalo (UNIGO) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PMM) 2025 di Desa Lopo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan ini fokus pada pemberdayaan nelayan melalui inovasi pengolahan ikan dan cumi menjadi produk bernilai tambah.

Program menyasar kelompok nelayan Lopoheluma dan Karang Citra yang selama ini hanya mengolah hasil tangkapan secara tradisional. Akibatnya, sebagian ikan cepat rusak dan nilai jualnya rendah.
Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa memperkenalkan teknologi surimi yang dapat menghasilkan berbagai produk bergizi seperti nugget ikan, nugget cumi, stik cumi, kerupuk, dan bakso ikan.

“Produk ini bukan hanya untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai upaya pencegahan stunting, tetapi juga peluang usaha baru bagi masyarakat,” kata Ketua Tim Pembimbing, Dr. Nancy Kiay, STP, M.Si.
Selain pelatihan pengolahan, tim juga memberikan edukasi tentang sanitasi hasil laut serta strategi pemasaran digital lewat media sosial.
Pemerintah Desa Lopo turut mendukung program ini karena dinilai sejalan dengan visi pembangunan desa di sektor perikanan.

Mahasiswa dan dosen UNIGO juga menargetkan luaran berupa publikasi ilmiah, video dokumentasi, hingga produk berhak cipta.
“Ke depan, nelayan di Desa Lopo tidak hanya menjual ikan segar, tapi juga produk olahan bernilai tinggi yang bisa menjadi kebanggaan daerah,” tambah tim pengabdian.
Dengan sinergi antara kampus dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperbaiki gizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis lokal. (*)












