KAMPUS (RGNEWS.COM) – Selama 45 hari mengabdi di Desa Popodu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mahasiswa Universitas Gorontalo (UNIGO) yang mengikuti Program Kuliah Kerja Pengabdian (KKP) 2025 berhasil menjalankan dua program unggulan: pengembangan produk UMKM berbahan baku lokal buah Amo dan penerapan transaksi digital melalui QRIS.

Buah Amo yang banyak tumbuh di Desa Popodu diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Di sisi lain, pemanfaatan QRIS dikenalkan untuk memudahkan transaksi jual beli warga, sekaligus mendorong literasi digital keuangan di desa.
Koordinator Desa, Nafiq Gobel, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah desa atas dukungan penuh selama pelaksanaan kegiatan.

“Kami ucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan dan kerjasamanya, sehingga program bisa berjalan dengan baik,” ujarnya saat malam ramah tamah penarikan peserta KKP, Rabu (10/9)
Selain program utama, mahasiswa KKP UNIGO juga menanam bibit pohon, menggelar diskusi kebangsaan, memberikan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar, serta melakukan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru UNIGO di SMA 1 Bolaang Uki.
Kepala Desa Popodu, Siradjudin Yusuf, mengapresiasi kontribusi mahasiswa. Ia menilai, keberadaan KKP UNIGO memberi manfaat langsung bagi warga.
“Mahasiswa mampu menghadirkan dampak positif yang sangat baik bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Sementara Dr. Firdausi Ramdhani, S.Psi., M.Kes., selaku dosen pembimbing lapangan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa atas keberhasilannya dalam melaksanakan program kerja selama kegiatan lapangan.
“Mahasiswa telah menunjukkan dedikasi, tanggung jawab, dan etos kerja yang baik dalam menjalankan seluruh rangkaian kegiatan. Program-program yang dirancang tidak hanya dilaksanakan sesuai rencana, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan aparat desa,” ungkapnya.

Dr. Firdausi juga melihat adanya kemampuan beradaptasi, kerjasama tim, serta komunikasi yang baik antara mahasiswa dengan pihak terkait di lokasi kegiatan.
“Hal ini mencerminkan kesiapan mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
Dengan keberhasilan ini, dirinya berharap, mahasiswa dapat terus mengembangkan kompetensi akademik dan profesionalismenya di masa yang akan datang. (*)











