BPBD Wujudkan Masyarakat Gorontalo Utara Sadar Bencana melalui GERBUSANA

1143
ADV
10

GORUT (RGNEWS.COM) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara terus memaksimalkan peran dalam penanggulangan bencana.

Tidak hanya fokus pada penanganan pasca bencana, BPBD juga aktif mendorong kesadaran masyarakat melalui program Gerakan Budaya Sadar Bencana (GERBUSANA).

Kepala BPBD Gorontalo Utara, Sumitro Datungsolang, menjelaskan, program ini lahir dari kondisi geografis daerah yang rawan bencana serta keterbatasan personel di lapangan.

“Melalui GERBUSANA, kami ingin masyarakat lebih siap, lebih waspada, dan mampu mandiri dalam menghadapi potensi bencana,” ungkapnya.

GERBUSANA didasari sejumlah regulasi, mulai dari UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Perpres Nomor 21 Tahun 2008, Perka BNPB Nomor 11 Tahun 2014, hingga Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Kabupaten Gorontalo Utara memiliki cakupan wilayah luas dengan kontur pegunungan yang menyulitkan akses ke lokasi bencana.

Selain itu, keterbatasan personel dan minimnya keakuratan informasi di masyarakat kerap menghambat efektivitas penanganan darurat.

“Isu utama yang kami hadapi adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana. Karena itu, dibutuhkan komitmen, kebijakan, dan inovasi baru,” tambah Sumitro.

Ia menyebut, program ini memiliki sejumlah manfaat, di antaranya: meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa bencana bisa terjadi kapan saja.

Mendorong partisipasi aktif, sehingga masyarakat tidak sekadar menjadi korban, tetapi juga pelaku dalam pengurangan risiko bencana.

Membangun kemandirian dan ketahanan lokal, dengan menggabungkan kearifan lokal dan pendekatan ilmiah.

Dan meningkatkan efektivitas tanggap darurat, sehingga evakuasi dan penanganan dapat lebih cepat dan terorganisir.

BPBD kemudian menetapkan langkah strategis berupa identifikasi titik rawan bencana, penyusunan rencana anggaran, hingga pelaksanaan aksi nyata di lapangan.

“Harapannya, melalui GERBUSANA, keluhan masyarakat terdampak dapat diminimalisir, karena penanganan bisa dilakukan secara lebih baik sejak tahap mitigasi, saat bencana, hingga rekonstruksi pasca bencana,” tegas Sumitro.

Dengan adanya gerakan ini, BPBD berharap masyarakat Gorontalo Utara tidak hanya sadar, tetapi juga tangguh dalam menghadapi setiap potensi bencana. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *