Takut Tsunami, Warga Pesisir Kabila Bone, Gorontalo Hingga Jelang Magrib Enggan Pulang ke Rumah

757
ADV
10
Aleg DPRD Provinsi Gorontalo Femi Udoki saat meninjau lokasi pengungsian di desa Bintahe Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo

Editor : Sahril Rasid

GORONTALO (RGNEWS.COM)—Ratusan warga desa di Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo enggan Kembali ke rumah, karena takut adanya informasi adanya Tsunami.

Ratusan warga desa sejak siang hari Rabu 30/07/2025) berbondong bondong naik keatas bukit yang tidak jauh dari Lokasi rumah mereka yang tepat berada di ‘bibir’ Pantai.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Femi Udoki yang sejak siang hari memantau kondisi warga yang mengungsi mengatakan.

“ Warga sampai saat ini jelang maghrib enggan Kembali karena  masih takut dengan adanya informasi adanya tsunami. Karena sejak pagi jelang siang, ada pemberitahuan dari pemerintah provinsi, melalui opd dan kecamatan hingga kelurahan terkait kewaspadaan adanya tsunami melanda Gorontalo,’ ujar aleg yang saat diwawancarai masih bersama warga pengungsi.

Kata Femi Udoki yang mengungsi dari anak anak remaja dan dewasa dan orang tua. Bahkan ada balita.

“ Mereka membawa tenda dan selimut seadanya diatas bukit.,’ kata Femi.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo ini mengatakan ia juga mengikuti perkembangan soal potensi tsunami melalui BMKG dan sejumlah sumber lain.

Sekalipun Gorontalo termasuk wilayah yang berpotensi kena dampak dari dampak Gempa berkekuatan 8.7 di Pesisir Timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu siang (30/7/2025).

“ Tapi kalau saya ikuti perkembangan khusus kota Gorontalo sangat kecil dampaknya mengigat Kota Gorontalo terlindung dari beberapa pulau, berbeda dengan wilayah laut Gorontalo Utara yang terbuka,’ ujar Femi.

Namun demikian,imbauan waspada kepada Masyarakat dilakukan jika memang melihat tanda tanda yang berbahaya adanya potensi tsunami.

“ Ini juga yang menyebabkan Masyarakat khususnya di pesisir Pantai di wilayah Kota Gorontalo dan Bone Pantai ketakutan. Karena mereka memang tinggal tepat di bibir Pantai,” Kata femi Udoki.

Masyarakat pengungsi di kecamatan kabila Bone memang terbagi di beberapa tempat. Selain mengamankan diri di pegunungan juga mengungsi ke keluarga yang jauh dari Pantai.

“ Mereka mengatakan akan Kembali besok, karena masih melihat perkembangan malam ini hingga pagi hari,’ ujar femi.

Terakhir Femi berharap pemerintah provinsi melalui Lembaga teknis seperti BMKG provinsi Gorontalo untuk kiranya bisa memfasilitas dengan memberikan informasi Kembali ke Masyarakat terkait dengan potensi tsunami di Kota Gorontalo ini.

“ Setidaknya dengan informasi dari pemerinmtah provinsi, opd, kecamatan dan desa Masyarakat tidak was was atau kuatir dan bisa kembali ke rumah jika memang potensi tsunami sudah lewat,’ ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah memperhatikan fasilitas pengungsian khususnya untuk makan minum mereka yang masih bertahan di Lokasi pengungsian. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *