E-Voting: Dr. Luqmanul Hakiem Ajuna Unggul dalam Pemilihan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo

2555
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

GORONTALO – Ada satu angka yang kini menggema kuat di lingkungan IAIN Sultan Amai Gorontalo, yaitu 22,2% suara sah dalam voting pemilihan rektor, angka ini mencerminkan suara terbanyak yang diberikan oleh keluarga besar kampus kepada satu nama, Namun angka itu lebih dari sekadar statistik. Ia adalah bentuk kepercayaan, isyarat arah baru, dan panggilan kolektif dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta alumni yang merindukan kepemimpinan akademik yang terbuka, transformatif, dan mendunia.

Suara ini hadir bukan dari kekuatan struktur, melainkan dari bawah—organik, jujur, dan penuh harapan. Ia adalah simbol bahwa sivitas akademika menginginkan IAIN Sultan Amai tidak hanya bertahan sebagai kampus regional, tetapi berani mengambil peran di panggung global. Karena itu, fokus utama dari visi kepemimpinan yang ditawarkan adalah mendorong internasionalisasi kampus Islam ini secara nyata dan terukur.

Dia adalah Luqmanul Hakiem Ajuna. Calon Rektor IAIN Sultan Amain Gorontalo Termuda dalam sejarah kampus itu. Tidak hanya agresif, Dia juga menjadi calon rerktor yang paling difavoritkan berdasarkan voting itu. Arah strategis yang memjadikannya diyakini mampu memimpin adalah dengan dirumuskanya visi “IAIN Sultan Amai Gorontalo Unggul dengan Kurikulum Integratif melalui Internasionalisasi Program yang Berbasis Budaya, Menuju Indonesia Emas 2045.”

Internasionalisasi dalam visi ini bukan jargon kosong. Ia menjadi inti dari transformasi yang dirancang juga dalam misi dan program, yaitu bagaimana membangun jaringan kerja sama internasional yang produktif melalui kemitraan akademik lintas negara. Strategi ini dimulai dari penguatan kerja sama luar negeri yang konkret melalui MoU, bukan sekadar seremoni, tetapi difokuskan pada hasil nyata: pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, pengembangan kurikulum internasional, dan reputasi akademik global.

Berkat jejaring yang Ia bangun, kini IAIN Sultan Amai Gorontalo telah menjalin kerja sama resmi dengan perguruan tinggi di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Turki. Menurutnya ini hanya tonggak awal yang menjadi pijakan untuk masuk ke dunia kerja sama akademik internasional mendunia. Lebih lanjut katanya saat ini Dia sedang dalam proses penjajakan dengan Universitas Islam Madinah, sebuah institusi terkemuka di dunia Islam.

Bahkan, Universitas Madinah telah memberikan sinyal siap bekerja sama dan sedang menunggu tindak lanjut dari pihak IAIN Sultan Amai, sebagai bagian dari komitmen bersama membangun jaringan ilmiah keislaman antar negara. Selain itu, jalur komunikasi dan inisiasi kerja sama juga sedang dibangun dengan Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, yang selama ini menjadi pusat penting keilmuan dan tradisi Islam di Timur Tengah.

Langkah-langkah ini bukan hanya diplomasi akademik. Ia adalah upaya menjadikan IAIN Sultan Amai sebagai institusi yang terbuka terhadap kolaborasi global, memperluas jejaring, dan mengangkat potensi lokal ke panggung internasional. Kerja sama ini akan dibarengi dengan pengembangan kurikulum berbasis internasional, pembukaan kelas-kelas berstandar global, serta fasilitasi dosen dan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ilmiah internasional.

Namun transformasi ini tidak mungkin terwujud tanpa penguatan dari dalam. Oleh karena itu, arah kepemimpinan juga berfokus pada pengembangan riset dan publikasi ilmiah, penguatan mutu akademik, serta penciptaan iklim kampus yang sehat, dinamis, dan terbuka terhadap perubahan. Setiap unit kerja akan diberdayakan untuk meningkatkan produktivitas jurnal, mengadakan seminar rutin, dan membangun budaya riset yang mengakar.

Menurut beberapa dosen yang tidak ingin disebutkan namanya, bahwa memang Luqman selain unggul dalam program internasionalnya, juga sangat meyakinkan dalam rencana pendirian dan pengembangan bisnis kampus. Ini tanpa alasan, karena sosoknya telah membuktikanya selama menjadi dosen.

Sementara itu ketua senat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Sunarti S. Mantaladu mengatakan bahwa Kami tentu saja sengat mendukung hadirnya sosok Luqman dalam perhelatan pilrek kali ini. Jika hasil poling bicara beliau yg tervavorit kami tidak kaget lagi. Beliau memang sangat terkenal dikalangan mahasiswa dan alumni lewat gebrakannya.

Tentu saja dalam menopang semua itu adalah pengangkatan perangkat rektor berdasarkan pernyataan komitmen, sistem tata kelola kampus akan dibangun secara transparan, akuntabel, dan digital. Inovasi seperti Mobile Office akan diterapkan untuk memperpendek jalur koordinasi dan komunikasi antarunit, menjadikan pimpinan kampus lebih dekat dengan fakultas dan civitas. Sistem layanan publik kampus juga akan dibenahi agar lebih mudah diakses dan responsif.

Semua ini berangkat dari mandat awal 458 dari 2.270 suara sah hasil evaluasi pasca penympaian visi dan misi calon rektor tanggal 23 Juli 2025 dalam rapat senat diperluas IAIN Sultan Amai Gorontalo yang tidak boleh diabaikan. Ia adalah tanda bahwa kampus ini menginginkan lebih. Ingin berkembang, ingin terkoneksi, dan ingin diperhitungkan. Proses pemilihan rektor memang belum selesai.

Namun pesan dari suara terbanyak sudah sangat jelas bahwa IAIN Sultan Amai siap membuka era baru, lebih terbuka, lebih terhubung, dan unggul. Komitmen internal membangun budaya mutu, dan digerakkan oleh semangat perubahan dari seluruh unsur kampus. Maka, dari Gorontalo, IAIN Sultan Amai siap menyapa dunia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *