108 Dosen dan Mahasiswa Unigo Daftar Program Magang Berdampak 2025

429
ADV
10

KAMPUS (RGNEWS.COM) – Dosen dan mahasiswa Universitas Gorontalo (Unigo) antusias mendaftar Program Magang Berdampak tahun 2025.

Koordinator Magang Berdampak Unigo Alexander Ruruh, S.Hut.,M.Si mengungkapkan, sebanyak 34 dosen telah mendaftar sebagai calon Dosen Pendamping Program (DPP) Magang Berdampak.

“Untuk jumlah mahasiswa pendaftar Magang Berdampak sebanyak 74 orang,” ungkap Alex sapaan akrab Alexander.

Dari sebanyak 108 dosen dan mahasiswa, Alex mengaku, keterwakilan dari semua Prodi di Unigo.

“Insya Allah semua lulus. Informasi kelulusan pada Program Magang Berdampak ini akan diumumkan dalam 1 – 2 Minggu ke depan,” imbuhnya.

Program Magang Berdampak adalah program magang nasional yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai bagian dari upaya transformasi pendidikan tinggi.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman magang yang relevan dan kontekstual bagi mahasiswa, serta mendorong mereka untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri.

Program Magang Berdampak bertujuan
mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja melalui pengalaman magang yang relevan.

Mendorong mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri.

Memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat.

Meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam berbagai bidang, termasuk teknologi informasi, kecerdasan buatan, edutech, robotik, smart city, dan pelestarian budaya.

Menjembatani kesenjangan antara pendidikan tinggi dan dunia industri.

Memberikan pengalaman kerja profesional selama satu semester.

Kemudian khusus mahasiswa, manfaat Program Magang Berdampak, mendapat pengalaman kerja profesional selama satu semester.

Uang saku bulanan sebesar Rp2,8 juta, pengembangan keterampilan teknis dan soft skills, peluang membangun jaringan profesional, peningkatan kompetensi kerja mahasiswa lintas disiplin.

Rekognisi SKS di kurikulum program studi.
Kesempatan mendapatkan tawaran kerja langsung dari mitra.

Sementara bagi Perguruan Tinggi, meningkatkan kualitas lulusan yang siap kerja dan siap berkontribusi, memperkuat kerjasama dengan dunia industri dan masyarakat, mendapatkan umpan balik dari industri untuk pengembangan kurikulum dan meningkatkan reputasi perguruan tinggi.

Dan bagi mitra Industri, mendapatkan tenaga potensial untuk membantu menyelesaikan masalah nyata, membangun hubungan baik dengan perguruan tinggi dan mahasiswa, mendapatkan ide-ide segar dan inovatif dari mahasiswa dan membantu dalam pengembangan produk dan layanan. (*)

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *