Habu Wahidji : Memperhatikan Prinsip Kolektif, Bukan Kepemilikan Individu
KAMPUS (RGNEWS.COM) – Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a (YPDLP) Gorontalo, Drs. H. Habu Wahidji menegaskan, pengelolaan Universitas Gorontalo (Unigo) dilakukan secara profesional dengan memperhatikan prinsip kolektif, bukan kepemilikan individu.
“Yayasan ini bukan milik pribadi atau kelompok. Kami merasa bahwa Unigo adalah bagian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo. Saat ini terdapat 142 dosen aktif, dan akhir tahun ini akan ada sekitar 60 orang yang telah menyelesaikan studi doktoralnya. Kami siap berkontribusi dalam berbagai bidang keilmuan,” tutur Habu saat audiensi dengan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Rabu (25/6) siang.
Sebelumnya, di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus YPDLP Gorontalo, Dr. Moh. Rolli Paramata, SE.,MM mengungkapkan wujud profesionalitas yang telah dilakukan yayasan.
“Empat tahun terakhir, kami telah menjalankan tata kelola yayasan secara profesional, termasuk pelaporan keuangan dengan audit eksternal. Audiensi ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban moral kami kepada publik,” ungkap Dr. Rolli Paramata.
Dr. Rolli menambahkan, Unigo saat ini diakui oleh LLDIKTI Wilayah XVI sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik, terutama dalam hal jumlah doktor terbanyak di wilayah tersebut.
Ia juga menyampaikan rencana perubahan nama Gedung UGCC menjadi Prof. Rustam Akili Convention Center (RACC), dan membuka ruang jika Bupati ingin menyampaikan sesuatu dalam forum wisuda nanti terkait sinergitas antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan tinggi.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengaku mengapresiasi atas peran Unigo selama ini sebagai perguruan tinggi swasta pertama di wilayah Gorontalo.
Ia juga mengenang kembali komitmen awal pendirian Unigo yang dipelopori oleh tokoh mendiang Marten Liputo.
“Semangat awal mendirikan Unigo adalah tanggung jawab kita semua. Pemerintah daerah harus tetap bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lembaga ini,” tandasnya. (*)











