KAMPUS (RGNEWS.COM) – Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a (YP-DLP) Gorontalo Dr. Moh. Rolli Paramata,SE.,MM didaulat sebagai Best Practice pada Workshop Aspek Legalitas Badan Penyelenggara PTS, Kamis (19/6) di Aula BPMP Sulut.
Secara khusus, dirinya diminta LLDikti Wilayah XVI Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah (Gosulutteng) untuk memberikan Best Practice dihadapan para ketua yayasan dan rektor PTS di lingkungan LLDikti Wilayah XVI Gosulutteng.
Di kesempatan itu, Dr. Rolli menjelaskan kedudukan yayasan sesuai Undang-Undang serta tata kelola yayasan yang baik.
Forum yang mulia bersama seluruh Badan Penyelenggara perguruan tinggi di wilayah Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah, dirinya juga menyampaikan Historical Yayasan dengan misi memajukan sumber daya manusia di Gorontalo dan sekitarnya serta umumnya Indonesia.
Ia juga menegaskan, YP-DLP Gorontalo tidak dimiliki oleh orang perorangan atau kelompok tertentu sesuai amanat Undang-Undang dan Akta Notaris yang disahkan oleh KemenkumHAM.
“Saya yakin semua niat Badan Penyelengara Pendidikan di Indonesia punya misi yang sama untuk memajukan pendidikan dan berjalan pada ketentuan perundang – undangan, namun pada kesempatan ini saya dipercaya sebagai Best Practice oleh LLDikti hanya sebagai sharing antara kita semua,” jelas Dr. Rolli.
Lanjut kata dia, selain misi pendidikan, YP-DLP Gorontalo juga melakukan misi sosial dan keagamaan, dengan program rutin membantu anak yatim piatu dan lain.
“Saya punya prinsip pengelolaan dengan filosofi TAJIR ( Taat, Jujur, Ikhlas dan Responsif ),” tegas Dr. Rolli.
Lebih lanjut, untuk meningkatkan sumber daya manusia, saat ini dirinya sementara menjalankan program Zero S2.
“Alhamdulilah Universitas Gorontalo berdasarkan data LLDikti Wilayah XVI, dosen terbanyak dengan gelar doktor,” imbuhnya.
Kesempatan itu juga dimanfaatkan Dr. Rolli berdiskusi dengan beberapa badan penyelenggara dan rektor.
“Di sela – sela kegiatan beliau diskusi dengan Rektor Universitas Dumoga Kota untuk menjalin kerja sama bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkap salah seorang dosen muda Unigo yang juga bagian dari kepengurusan YP-DLP Gorontalo Jefri Polinggapo, M.AP. (*)











