Benarkan Peryataan Pj Gubernur Rudy Salahudin. Jasin Mohammad : “ Jenis Jagung Gorontalo Dominan Jenis Hibrida Untuk Pakan Ternak”

3056
ADV
10
Jasin Mohammad
  • Editor        : Sahril Rasid
  • Kontributor  : Mei Dama

GORONTALO (RGNEWS.COM)—Ketua asosiasi pedagang dan produsen Jagung Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo Jasin Mohammad membenarkan kalau produk jagung Gorontalo saat ini dominan jenis hibirida dan tidak cocok untuk dikomsumsi masyarakat tapi untuk pakan ternak.

“ Jadi saya kira pernyataan pak pj gubernur Gorontalo saat dialog publik dengan mahasiswa di Jakarta memang benar adanya, jangan disalah artikan lalu pernyataan pj gubernur dianggap mengskreditkan apalagi menghina  masyarakat Gorontalo,” ujar Jasin meluruskan kritikan aktivis dan warga Gorontalo di Jakarta yang sempat diberitakan disalah satu media online .

Jasin menjelaskan saat ini yang ditanam di Gorontalo adalah jenis Jagung Hibdira, yang diprogramkan memang untuk kebutuhan industri pakan ternak.

Kenapa jagung hibrida yang begitu dominan ditanam di Gorontalo ? karena memang untuk kebutuhan pasar.

Sehingga pemerintah pusat dalam hal ini kementrian dan pemprov hanya memberikan bantuan benih jagung Hibrida,

Dimana keunggulan benih jagung hibrida kalau diperlakukan full teknologi yaitu memakai benih jagung hibrida super, dipupuk lengkap, tanamannnya dipelihara bisa berproduksi 7 sd 8 ton perhektar

“ Dan jagung ini tidak cocok untuk bahan makanan manusia, karena nutrisinya Benih jagung hibrida hanya cocok untuk Hewan ternak. Jadi tidak ada yang salah dengan penjelasan gubernur, dan mestinya tidak membuat warga dan aktivis di Jakarta tersinggung,” kata Jasin Mohammad.

Kalau untuk bahan makanan, jagungnya dari Benih jagung pulut,  benih jagung manis, benih jagung lokal atau disebut dalam Bahasa daerah “motoro kiki”.

“ Ini jagung Cocok untuk nutrisi bahan makanan manusia seperti dibuat sup jagung, dibuat popcron, kue dan stik jagung, dan ini yang menjadi bahan makanan warga Gorontalo, bukan jenis jagung hibrida,’ tegas Jasin.

Menurut Jasin, ia sering berdiskusi dengan Pj gubernur Rudy Salahudin. Dan beliau ingin Gorontalo harus punya industri pakan ternak. Beliau berharap perusahaan jagung di gorontalo sudah bisa memikirkan industri pakan ternak sehingga ada daya saing produk bukan dikirim dalam bentuk pipilan saja,” tegas Jasin.

Selain itu Pj gubernur berkali kali mengatakan Gorontalo jangan hanya mengandalkan Komoditas jagung, tapi harus di kembangkan juga tanaman lain seperti kakao, dan tanaman lainnya yang sudah familiar diprovinsi Gorontalo

Seperti dikutip dari media online BeleidNews Pernyataan Penjagub memantik reaksi keras aktivis dan warga Gorontalo di Jakarta. Salah satunya, Abdul Manan Podungge. Alumni HPMIG dan Staf Ahli DPD-RI itu menegaskan, tidak layak Penjagub mengucapkan hal-hal seperti itu. Jagung itu merupakan makanan primadona sejak nenek moyang rakyat Gorontalo hingga kini.

“Yang menjadi sorotan utama saya pernyataannya yang menyebut jagung sebagai makanan pokok rakyat Gorontalo hanyalah sebagai pakan ternak. Pernyataan seperti itu tidak boleh terucap dari seorang kepala daerah dalam hal ini Pj. Gubernur Gorontalo,” tandas Manan seperti dikutip dari BeleidNews, Jum’at [01/11] siang .

Menurut Manan, pernyataan Rudy sebagai pelecehan, penghinaan serta telah melukai hati rakyat Gorontalo. Oleh sebab itu, Manan menegaskan, Rudy segera menarik kembali ucapannya dan wajib meminta maaf kepada seluruh rakyat Gorontalo.

“Dia [Rudy, Red] telah menghina, melecehkan dan melukai rakyat Gorontalo. Dia harus menarik kembali ucapannya dan wajib meminta maaf kepada seluruh rakyat Gorontalo,” ucap Manan dengan nada tegas.*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *