Kalau Cuma Mau Klaim. Di Nelson-Kris Ada Adik Kandung Wapres, PSI. Tapi Yah..Sudahlah

558
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Pilkada atau Pilgub adalah ajang mencari pemimpin. Pemimpin yang nantinya akan membawa amanah seluruh rakyat. Jika bicara Gorontalo, maka rakyat seluruh Provinsi Gorontalo.

Maka tidaklah elok jika membawa bawa nama seseorang. Apalagi sampai menyebut jabatannya. Sebab jika sudah terpilih, maka dia bukan lagi milik satu golongan. Dia milik seluruh golongan.

Itulah yang membuat Paslon Nelson-Kris sedikit kaget, jika ada Paslon yang membawa-bawa nama Presiden. Sebab Prabowo pasca dilantik. Mereka berdua bersama Wapres adalah milik seluruh rakyat Gorontalo.

Bukan hanya Paslon Patriot. Bahkan seluruh Paslon didebat beberapa waktu lalu kaget, ketika klaim mereka didukung Presiden. Itu klaim yang menyesatkan, ucap Prof. Nelson disalah satu kanal medsos salah satu media lokal.

” Kalau cuma mau menyombongkan diri. Di Paslon ini (Nelson-Kris), Ada juga partainya adik kandung Wapres kita, yakni PSI. Tapi bukan karena itu kita tampil untuk rakyat. Kita menjual visi misi, program. Kalau itu baik, maka baik untuk rakyat, ” Ujar Nelson saat berorasi di Suwawa belum lama ini.

Bukan lantas membawa nama Presiden. Karena pastinya, siapapun dia yang terpilih pula, akan bersinergi dengan pemerintah pusat. Sebagai satu kesinambungan pemerintah. Mulai dari pusat, provinsi, kecamatan hingga desa atau kelurahan.

” Bahkan salah satu visi misi kami Nelson-Kris yakni Gorontalo emas 2045. Selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Kita malah lebih dulu memikirkan itu. Biar sinkron dari daerah dengan pusat. Biar bagus jalannya nanti, ” Ujar Nelson.

Sang profesor juga bahkan mengatakan, pasca terpilih, dirinya bukan lagi milik satu kelompok, atau satu golongan. Pasca terpilih di Pilkada lalu, dirinya milik semua rakyat Kabupaten Gorontalo. ” Itu pemimpin yang baik. Yang bersebelahan, berbeda pandangan politiknya. Usai semuanya maka semua bersama kembali. Milik semua. Bukan lagi milik satu golongan. ” Ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *