Prof. Nelson: Identitas Garis Hitam Putih. Perbedaan Yang Penuh Rahmat

624
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Corak kemeja garis tegak lurus hitam putih, menjadi ciri khas Nelson-Kris dan timnya di Pilgub kali ini.

Memilih identitas hitam putih bagi Nelson merupakan rahmat. Hitam putih memang warna yang beda, namun itu adalah rahmat. Rahmat bagi Gorontalo kedepan. ” Hitam putih, itulah hidup. Bukan abu abu. Harus jelas. Ada kombinasi warna yang jelas, perbedaan untuk rahmat. ” Ujarnya di Botu, dalam kampanye (05/10/24).

Sedikit senyum pun terlihat dari seorang Nelson, menerangkan perbedaan postur tubuhnya dengan Cawagub Kris Wartabone. ” Pak Kris tinggi besar, Saya kecil. Dan sekali lagi itu adalah rahmat. Perbedaan untuk rahmat, ” Ujarnya.

Pengalaman juga yang berbeda disampaikan Prof. Nelson. Sebagai seorang eksekutif 2 periode, Nelson sudah membuktikannya di Kabupaten Gorontalo. ” Pak Kris pengalamannya juga beberapa periode sebagai seorang Legislatif di DPR. Dan ini kolaborasi yang apik. Eksekutif-Legislatif, ” Ujar Prof.

Berikutnya Cawagub Kris Wartabone terbentuk sebagai background seorang politisi handal. Dan dirinya juga memiliki latar belakang penuh sebagai politisi. Politisi yang handal dan mumpuni dalam berpolitik.

Sementara Prof. Berkarier sebagai seorang akademisi tulen dimasanya. Memimpin kampus 2 kali di 2 perguruan tinggi ternama. UNG dan UMG. ” Lagi-lagi sebuah rahmat yang lahir dari perbedaan. Background seorang Politisi dan akademisi. Ini rahmat bagi Gorontalo, ” Papar Nelson.

Itulah dinamika. Dinamika perbedaan yang tentunya untuk rahmat Gorontalo kedepan. Hidup juga penuh perbedaan. Perempuan- laki-laki, ada siang ada malam. Ada panas ada dingin. Ada yang tinggi besar ada yang kecil. Dan semua itu tergambar dari garis garis Hitam putih. ” Perei Mogarisi, nomor 2, Nelson-Kris, ” Ujar Prof. Nelson. (*)

Insyaallah kami rahmatnya Gorontalo karena berbeda itu rahmat. Perbedaan itu rahmat. Pak kris 20 tahun menjadi anggota DPRD, bagaimana mengelola anggaran, pokok pikiran pembangunan.

Saya di eksekutif, di lembaga pendidikan kampus. Kris politisi saya akademisi, beliau tinggi saya kecil. Siang malam, perempuan laki-laki, besar kecil.

Nelson kris lahir untuk menjadi rahmat bagi Gorontalo. Hari ini bukan untuk sekedar maju, tapi berikhtiar insyaallah lillahi Ta’ala untuk. Gorontalo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *