Headlines

Manusia Patung Perak di Perempatan Lampu Merah Kota Gorontalo

451
×

Manusia Patung Perak di Perempatan Lampu Merah Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Manusia patung perak di Perempatan Lampu Merah Jalan Jhon Ario Katili Kota Gorontalo. (photo s-riel)

Editor    : Sahril Rasid

GORONTALO (RG.COM)—Sepintas mirip patung berwarna perak (Silver) berdiri dilampu merah di salah satu perempatan di Jalan Jhon Ario Katili Kelurahan Paguyaman Kecamatan kota Tegah Kota Gorontalo (eks jl andalas).

Tapi sesungguhnya itu bukan patung silver. Itu salah satu bocah yang melumuri seluruh badannya dengan berbahan perak.

Ia berdiri tepat di depan lampu merah, diam dan tidak bergerak. Seperti patung, nyaris seperti patung berdiri. Tapi itu bukan patung, karena ditangannya memegang ember kecil.

Sekali kali tangannya bergerak ke depan. Menyodorkan ember kecil kepada pengendara sepeda motor dan mobil saat lampu merah menyala sambil bergerak diam.

Beberapa pengenda motor beberapa diantaranya terlihat memasukan uang lembaran limaribuan. Tiba tiba manusia patung perak itu berjalan kearah pengendara lain dibagian belakang, yang menyodorkan lembaran uang kertas.

Itulah manusia patung perak dilampu merah. Mencari rejeki lewat kreativitasnya melumuri seluruh tubuhnya dari atas kepala hingga ujung kaki dengan cat berwarna perak.

“ Ini bahan cat tidak berbahaya. Sekalipun jika terkena hujan tidak akan luntur. Tapi jika dibasuh dengan sabun, akan luntur dan tidak berbahaya untuk kulit,’ ujar lelaki patung perak saat diajak berbincang wartawan Rakyat Gorontalo.Com .

Katanya, ia membeli bahan silver ini melalui tokoonline karena di Gorontalo belum ada yang menjualnya. “ Saya menghabiskan beberapa botol kecil untuk melumuri seluruh tubuh dikisaran harga 100 ribu,’ ujarnya.

Biasanya berdiri dilampu merah dihari hari tertentu saja, dari siang menjelang sore.

“ Adalah saya sendiri, ada juga dengan teman lain, biasa dua orang, tapi hari ini saya sendiri,” ujar Andri.

Ia sendiri mengaku bukan asli dari Gorontalo. Tapi ia merantau ke Gorontalo. “ Belum lama saya merantau ke Gorontalo. Saya dari Makassar Sulawesi Selatan,” katanya dengan suara pelan.

Ditanya penghasilnnya selama berdiri di lampu merah ?

“ Itu tidak menentu. Tapi lumayanlah,” jawabnnya pendek. Kenapa tidak memilih pekerjaaan lain ?

“ Gorontalo sepertinya belum ada manusia patung perak, biasanya di daerah lain di kawasan wisata. Tapi disini kami coba di lampu merah dulu,’ katanya pelan.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *