KABGOR – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus membangun infrastruktur dilingkungan sekolah untuk menciptakan suasana sekolah ramah anak, khususnya di tingkat pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini.
Komitmen tersebut terlihat saat Bupati Gorontalo Sofyan Puhi meresmikan gedung ruang administrasi, ruang UKS, dan area bermain anak di wilayah Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Kamis (21/05/2026).
Peresmian turut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo Ny. Maryam Sofyan Puhi, Wakil Ketua Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo Ny. Venny Junus Anwar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Limboto Barat, para guru, tokoh masyarakat, serta orang tua siswa.
Dalam sambutannya, Sofyan Puhi mengatakan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, pendidikan usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi masa depan sehingga perlu ditunjang fasilitas yang memadai.
“Pendidikan dasar ini sangat menentukan seperti apa anak-anak kita ke depan. Karena itu, sekolah harus menjadi tempat yang nyaman dan ramah bagi anak-anak,” ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas tersebut dilaksanakan melalui pola swakelola menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Selain menghasilkan pembangunan yang tepat waktu dan berkualitas, pola itu juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
“Alhamdulillah, pembangunan ini selesai tepat waktu dengan kualitas yang sangat baik. Ini bukti bahwa ketika pemerintah, sekolah, masyarakat, dan orang tua bersatu, hasilnya akan maksimal,” katanya.
Sofyan mengungkapkan, program serupa akan terus diperluas di Kabupaten Gorontalo. Tahun ini sedikitnya 125 sekolah direncanakan kembali memperoleh bantuan pembangunan melalui sistem swakelola.
Selain pembangunan fasilitas sekolah, Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga mulai mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan guru PAUD dan TK, khususnya yang masih berstatus honorer di sekolah swasta.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menegerikan sejumlah TK swasta agar para guru memiliki kesempatan memperoleh status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
“Kami memahami konsekuensinya cukup besar terhadap APBD, tetapi ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masa depan pendidikan dan kesejahteraan guru-guru PAUD kita,” tegas Sofyan.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, mengatakan fasilitas baru tersebut akan memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak-anak di lingkungan sekolah.
Menurutnya, area bermain anak menjadi ruang belajar yang menyenangkan, sementara ruang UKS membantu pembinaan kesehatan anak sejak dini.
“Dunia anak adalah dunia bermain. Dari bermain mereka belajar bersosialisasi, melatih motorik, membangun kreativitas, hingga membentuk karakter sejak dini,” ujar Maryam.
Pemerintah daerah berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal demi mendukung lahirnya generasi Kabupaten Gorontalo yang sehat, cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia. (*)











