- Editor : Sahril Rasid
- Penulis : Sri Fatmawar Dama
GORONTALO (RG.COM) –Beras menjadi komoditas utama penyebab tingginya inflasi di Provinsi Gorontalo. Harga beras kali ini paling tertinggi mencapai Rp 16.000-17.000 ribu per kg.
Namun sejatinya ada 10 komoditas lainnya yang menyebabkan inflasi di Provinsi Gorontalo melambung tinggi.
Padahal diakhir tahun 2023 kemarin, provinsi Gorontalo menjadi urutan 2 nasional terendah inflasi.
“ Data BPS menyebutkan ada 10 komoditas penyeban inflasi di Provinsi Gorontalo. yakni beras, bawang merah, rokok serta nasi dan lauk. Ada juga pisang, daun bawang, bawang merah dan bawang putih, kue basah, telur, ayam serta gula pasir,’ ujar Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya
saat menggelar rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Aula Rumah Jabatan. Rapat yang dihadiri para pejabat lintas sektor seba[1]gai tindak lanjut kunjungan Penjagub Ismail ke pasar pasar tradisional sehari sebelum
Dijelaskan Ismail merujuk data BPS Provinsi Gorontalo, sebanyak 10 komoditas yang perlu perhatian penyebab inflasi daerah yakni beras, bawang merah, rokok serta nasi dan lauk.
Ada juga pisang, daun bawang, bawang merah dan bawang putih, kue basah, telur, ayam serta gula pasir. “Untuk Kabupaten Gorontalo mencakup beras, bawang merah dan daun bawang,” beber Penjagub.
Hal lain yang menjadi perha[1]tian Penjagub Ismail yakni perbedaan tingkat inflasi yang tinggi antara Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo. Kabupaten Gorontalo secara y-on-y mencapai 5,31 persen denganinflasi m-to-m 1,27 persen.
Sementara Kota Gorontalo inflasi y-on-y 1,90 persen dan inflasi m-to-m 0,99 persen.
“Beras menjadi komodi[1]tas terbesar yang berkon[1]tribusi terhadap inflasi. Ini perlu menjadi perhat[1]ian bersama bagaimana harga beras bisa turun. Kita harus intervensi den[1]gan program subsidi beras dan program dari Bulog,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Gorontalo Munafri Syamsudin menje[1]laskan, stok beras Bulog hingga 22 Maret 2024 masih ada 900 ton untuk ke[1]butuhan penyaluran bantuan pangan sebesar 1.400 ton. ****











