Cerita Tursandi Alwi. Dari Meja Bekas Walikota dan Uang Pribadi Rp 50 juta Untuk Operasional Pemprov Gorontalo

2512
ADV
10
Tursandi Alwi saat berbincang dengan bupati Gorontalo Utara Tursandi Alwi Selasa (5/122023) photo sahril

Penulis : Sahril Rasid

GORONTALO (RG.COM)—Sambil menikmati ikan tuna bakar dan kua asam di Rudis Bupati Kabupaten Gorontalo Selasa (5/12) semalam. Tursandi Alwi sesekali bercerita awal mula ia pertama kali diperintahkan untuk meniadi Penjabat Gubernur Provinsi Gorontalo diawal tahun 2000.

“ Jujur, ketika saya diperintahkan menjadi Penjabat Gubernur Gorontalo saya sempat menolak. Tapi kemudian saya harus patuh melaksanakan perintah Mendagri saat itu Suryadi Sudirja. Apalagi istri saya orang Gorontalo, maka berangkatlah saya menuju Gorontalo,” kata Tursandi Alwi sambil mengenang kisah 23 Tahun lalu.

 “ Tugas saya cuma tiga, menyusun struktur pemerintahan Provinsi Gorontalo,mengisi kursi DPRD Provinsi Gorontalo,dan mempersiapkan pemilihan hingga terpilihnya gubernur definitive,’ tukas Tursandi Alwi.

Usai makan malam dengan Bupati Nelson Pomalingo, dihadapan beberapa wartawan dan didampingi bupati Gorontalo Nelson Pomalingo Tursandi Alwi sedikit bernostalgia ketika ia bertugas di Gorontalo.

Provinsi Gorontalo merupakan provinsi pemekaran tercepat di Indonesia, dalam menata struktur pemerintahan, pengisian kursi DPRD Provinsi dan memiliki gubernur definitive.

“ Hanya 11 bulan dikebut. Dibanding dari lain seperti jambi,Maluku Utara, Bangka Belitung yang sepaket dengan Gorontalo saat pemekaran itu membutuhkan  waktu 2-3 tahun baru selesai, “ tukas Tursandi Alwi.

Katanya, ia sendiri sampai sekarang tidak habis fikir. Gorontalo itu dibanding daerah mekaran lain saat itu mungkin paling miskin.

“ Ya paling miskin, PADnya saja hanya Rp 850 juta saat itu, (sekarang PAD Provinsi 2 Triliun), Jangan heran ketika saya tiba di Gorontalo, kantor gubernur itu hanya gedungnya saja (eks perwakilan Provinsi Sulut ), meja bekas tidak ada kursinya sudah begitu kotor lagi,’ ujarnya tertawa lepas.

 Tapi katanya, ia tidak patah semangat. “ Saya sudah nanya ke istri, Gorontalo itu seperti apa, tapi kata istrinya Gorontalo itu sepi,jadi saya tidak kagetlah,’ kata Tursandi.

Setiba di Gorontalo diawal tahun 2000, ia langsung konsolidasi menyusun struktur pemerintahan.

“ Nih Pak Nelson beliau otak dibalik penyusunan struktur pemerintahan dan administarasi, hotel satu satunya di Gorontalo itu ya Yulia, di Aulanya kita jadikan kantor gubernur pertama, disitu semuanya disusun,’ kata Tursandi.

Saat itu Gorontalo itu nyaris tidak punya apa apa.

‘ Jangankan mencari pejabat untuk mengisi struktur pemerintahan mulai dari Sekda, Asisten,hingga kepala dinas itu sulit mencarinya. Karena pejabat saat itu tidak digaji, tunjangan tidak seberapa, Pemprov Gorontalo tidak punya uang,’ ujar Tursandi.

Tursandi mengaku sedih melihat awal pembentukan struktur pemerintahan Provinsi Gorontalo.

“ Terpaksa untuk memperlancar proses administrasi saya gunakan uang pribadi Rp 50 Juta untuk membiayai operasional,” kata Tursandi dengan mata berkaca kaca.

Tapi ia mengaku bersyukur, dipertemukan dengan tokoh tokoh pendiri Provinsi Gorontalo yang pekerja keras, dan setia.

“ Contohnya Pak Nelson Pomalingo. Saat itu saya bilang ke Pak Nelson cari pejabat (ASN) yang ada di Gorontalo, dan daerah tetangga dan ini harus ada secepatnya.

“ 1 minggu alhamudlilah struktur pemerintahan Provinsi Gorontalo terbentuk, kantor gubernurnya dikebut walaupun hanya di sekat sekat,’ katanya.

Kemudian pengisian kursi legislatif. “ Ini juga masalah, ada yang mau kembali ke Gorontalo, ada yang tidak mau, mau tetap di Sulut. Belum lagi soal kantor DPRD, yang akhirnya mendapat tempat di Gedung Kartini.

 Tursandi Alwi memang sosok yang sangat dikenal di Gorontalo. Tak heran mengenang jasanya, setiap tahun peringatan HUT Provinsi Gorontalo ia selalu datang.

“ Saya dapat undangan hadiri HUT Provinsi ke 23, jujur saya sibuk sekali. Saya tiba di rumah di Jakarta tengah malam. Istirahat sedikit jelang subuh saya ke Bandara. Saya putuskan datang ke Gorontalo. Saya selalu kuatir, jangan sampai tahun depan saya tidak bisa datang lagi. Umur saya sudah 73, sudah tua,” kata Tursandi sambil menatap ke Pak Nelson Pomalingo.

Ditanya apakah uang pribadinya Rp 50 juta itu kembali ?

Tursandi Alwi diam dan matanya sedikit berkaca kaca. “ Itu sumbangsi saya untuk Gorontalo, saya ikhlas untuk Gorontalo,;’ujarnya sambil mengenang awal pengisian Struktur pemerintahan Provinsi Gorontalo ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *