“ sepintas disini sekolah tidak formal bagi penyandang disabilitas, karena ada juga praktisi atau guru/dosen yang berkumpul disini,’ tukasnya.
Demikian juga untuk kelompok live music terdiri dari kalangan tuna netra yang ahli bermain music.
“ Jadi mereka berkolaborasi menjadi sebuah group music soal skil jangan ditanya, mereka sangat terampil,’ kata mantan direktur PDAM Kabupaten Gorontalo tersebut.
Diakui Raden Sahi, pemerintah kota Gorontalo sangat mensuport komunitas ini bahkan saat pembukaan kedai Tuli Walikota Gorontalo Marten Taha dan sejumlah pejabat, politisi datang.
“ Setiap malam para pengusaha dan politisi sering mampir. Pak Adhan Dambea, Ayi Bukusu dan banyak lain sering mampir,’ kata Raden Sahi.
Soal harga menu semuanya murah meriah.


“ Disini murah sekedar ngopi dan gorengan. Bisa nyanyi lagi gratis, diiringi live music dari pengiring kalangan disabilitas, “ ujarnya.
Ke depan Raden Sahi mengakui menu yang ditawarkan lebih variasi, dan bukan hanya makanan tapi mungkin kerajinan tangan para penyandang disabilitas ini akan ditawarkan disini.
“ Biar makin ramai,’ katanya. Penasaran, Yuk Mampir ke KedaI Tuli Jalan Tondano Kota Goronta ****











