Universitas Gorontalo

FKM UG Lakukan Pendampingan Kelompok Dasa Wisma di Desa Meranti

145
×

FKM UG Lakukan Pendampingan Kelompok Dasa Wisma di Desa Meranti

Sebarkan artikel ini

Melalui Buketuk Dalam Rangka Pencegahan Stunting 

KAMPUS (RG.COM) – Tridharma Perguruan Tinggi bukan hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa. Setiap akademisi, didalamnya dosen serta orang-orang yang terlibat dalam proses pembelajaran memiliki tanggung jawab yang sama.

Demikian halnya yang dilakukan para dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Gorontalo (UG).

Seperti yang dilakukan Maesarah SKM., M.Kes, Yeni Paramata SKM., M.Kes, dan Rivandi Dengo SKM., M.Kes.

Ketiganya bersama para dosen di program studi (Prodi) Gizi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Sabtu (19/8) melakukan pengabdian di Desa Meranti, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penanggulangan stunting di Desa Meranti dengan cara melakukan pendampingan kelompok dasa Wisma melalui Kebun Daun Katuk (Buketuk), dalam peningkatan cakupan ASI ekslusif sebagai salah satu pencegahan stunting menuju desa mandiri gizi.

“Jadi ada beberapa kegiatan yang kami lakukan, antara lain pembuatan kebun daun katuk sebagai makanan alternatif dalam peningkatan ASI pada ibu nifas dan calon ibu nifas (ibu hamil),” ungkap Ketua Tim Pelaksana, Maesarah SKM., M.Kes.

“Kita juga mengadakan pelatihan kader sadar ASI yang berasal dari dasa wisma sebanyak 10 orang, kelas pendampingan ASI ekslusif bagi ibu nifas yang terdiri dari 15 orang ibu nifas dan ibu hamil, serta diadakannya kelas demo masak berbahan dasar daun katuk dengan inovasi pangan lokal yang ada di desa meranti,” terangnya.

Tentunya output dari kegiatan ini, lanjut Maesarah, ialah ibu hamil dan ibu nifas yang mulai diperkenalkan dengan beberapa tumbuhan yang sangat kaya akan vitamin dan mineral.

Tanaman ini dapat meningkatkan produksi ASI ibu, agar anak khususunya usia 0-6 bulan dapat mendapatkan 100 persen ASI ekslusif untuk mengurasi risiko malnutrisi dimasa nanti. Kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih 3 bulan lamanya.

“Alhamdulillah, antusias pemerintah desa sangat besar terhadap pelaksanaan pengabdian di daerahnya, serta antusias para peserta hingga pelaksanaan pengabdian ini sukses,” imbuhnya.

“Semoga cakupan ASI ekslusif di Desa Meranti meningkat menjadi 100 persen, serta ibu-ibu dapat menurunkan angka stunting dengan pemenuhan zat gizi yang memadai,” pungkas Maesarah. (rg-63)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *