KAMPUS (RG) – Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad, Rabu kemarin (28/9), tiba di kampus pencerahan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO). Kedatangan Fadel ke UMGO diketahui untuk memberi motivasi dan penguatan kebangsaan melalui Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang dikenal dengan Empat (4) Pilar MPR.
Dihadapan ratusan mahasiswa, pimpinan universitas, dan dosen UMGO, Fadel memberikan sosialisasi yang bertajuk “Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara UUD RI Tahun 1945 Sebagai Konstitusi Negara. NKRI sebagai Bentuk Negara Bhineka Tunggal Ika dan Semboyan Negara”. Dalam kegiatan ini MPR RI bekerjasama dengan Ruang Anak Muda Connecting Gorontalo dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMGO.
Sebelumnya Wakil Rektor II, Dr. Salahudin Pakaya dalam pengantarnya mengucapkan terimakasih atas kunjungan Fadel Muhammad ke UMGO. “Alhamdulillah kita mendapatkan satu penghormatan, karena berkesempatan bertemu dengan tokoh yang selama ini sudah banyak berkontribusi bagi daerah. Terimakasih atas kunjungannya di UMGO, semoga kegiatan ini akan memberikan khasanah bagaimana menjadi anak bangsa untuk menguatkan NKRI, terutama mahasiswa yang nantinya akan menghadapi bonus demografi yang akan datang,” ucap Salahudin di Gedung Indoor David Bobihue Akieb.
Dalam materinya, Fadel Muhammad merinci tugas dan kewenangan yang dimiliki MPR. “Tugas kami di MPR adalah memperkuat fondasi bangsa. Dan dalam sosialisasi kali ini saya akan jelaskan secara detail keempat fondasi tersebut, karena kita ingin menjaga fondasi bangsa ini. Di Indonesia, kita punya tiga rumah, pertama DPR/DPRD atau yang terdiri dari perwakilan partai-partai, kemudian DPD dan MPR. Alhamdulillah, saya sebagai putra Gorontalo duduk sebagai wakil ketua MPR,” kata Fadel.
Fadel menambahkan, dalam upaya mensosialisasikan Empat Pilar MPR, pihaknya juga telah menerbitkan seperangkat buku panduan materi. Buku tersebut berisi penjelasan lengkap seputar Empat Pilar MPR. Sebagai seorang yang pernah menduduki berbagai jabatan dan profesi, seperti pengusaha, gubernur, menteri, hingga Wakil Ketua MPR, Fadel terus mendorong agar sumber daya manusia (SDM) bangsa ini semakin bagus dan maju. Dirinya ingin lulusan perguruan tinggi khususnya UMGO lebih berorientasi pada jiwa kewirausahaan.
“Kita harus berpikir bagaimana bisa menciptakan lapangan kerja, yaitu dengan terjun menjadi seorang entrepreneur.
Jiwa orang yang berwirausaha dengan orang yang sekedar bekerja sangat berbeda. Orang yang punya jiwa berwirausaha adalah orang yang mempunyai gagasan dan pikiran, ada peluang apa di masyarakat dan peluang yang ada itulah yang akan dimanfaatkan,” paparnya.
Selain Fadel, salah satu narasumber lainnya yakni, Ir. H. Djafar Alkatiri, MM, M.Pdi., selaku Senator DPD RI asal Sulawesi Utara (Sulut) juga menjelaskan, apabila bonus demografi tidak dikelola atau dipersiapakan dengan baik, maka demografi ini hanya akan menjadi bencana. “Nantinya kita akan terjebak dengan pendapatan yang begitu saja, yang tidak akan merubah kondisi sosial atau ekonomi masyarakat saat memasuki bonus demografi. Yang nantinya itu akan dirasakan oleh mahasiswa kalau sudah selesai studi,” ucapnya.
Djafar melanjutkan, mahasiswa merupakan sekelompok masyarakat yang terpilih dari sekian juta generasi muda yang mendapatkan sesuatu yang lebih, dibandingkan generasi muda yang tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke bangku universitas. “Apa yang akan anda lakukan di universitas, anda diberikan kesempatan untuk menyampaikan kebenaran secara bebas, itu ciri mahasiswa, ciri intelektual, anda diberi kesempatan untuk menguji pengetahuan dengan membuat hipotesis dan dibuktikan dengan cara ilmiah. Dan hal ini anda dapatkan semua saat ini dibangku kuliah. Anda belajar bukan untuk pintar, tapi untuk merubah diri dan bijak dalam melakukan perubahan dalam diri sendiri. Kalau kalian bisa mengubah atau mengontrol diri kalian, maka kecerdasan itu akan menjadi urutan kedua,” tutupnya. (rg-63)











