oleh

Jumlah Murid Sedikit. Walikota Gorontalo Merger 11 Sekolah Dasar

GORONTALO (RAGORO) – Sebanyak 11 Sekolah Dasar (SD) dari 122 jumlah SD di Kota Gorontalo tidak berfungsi atau tidak lagi melakukan aktivitas pendidikan sebagaimana biasanya. Selain disebabkan hantaman pandemi Covid-19 baru-baru ini, tidak berfungsinya sekolah-sekolah itu disebabkan jumlah siswa sedikit dan sekolahnya berdekatan.

Ini ditegaskan oleh Walikota Gorontalo, Marten A. Taha saat meresmikan Sekolah Sukma Nusa Bangsa (SNB) beberapa waktu lalu. ” dari total 122 SD, yang kini beroperasi hanya 101 SD.  kita kurangi jumlah sekolahnya, agar guru-guru bisa terdistribusi dengan baik, merata dan optimal di sekolah-sekolah,” ujar Walikota Gorontalo Marten Taha.

Artinya, jika ada tiga sekolah berdekatan dan jumlah siswanya dibawa seratus, padahal jika di wilayah itu hanya satu sekolah bisa menampung lebih dari tiga ratus siswa, maka lebih baik digabung di satu sekolah saja.

“Guru-gurunya kita gabung disitu, anak-anaknya juga digabung, dan itu yang kita lakukan, sehingga dari tahun 2020 hingga 2021, secara fisik SD di Kota Gorontalo telah berkurang, karena ada yang digabung jadi satu,” tutur Walikota Gorontalo, Marten Taha. (lev)

 

Don't Miss

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.