Gerakan Rp 5.000 Cara Sederhana Pemkab Tingkatkan Geliat UMKM di Gorut Pascapandemi

710
ADV
10
 KEGIATAN sosialisasi pengajuan sertifikasi organik kopi Pinogu dan program mathcing fund ternak sapi organik dalam program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya Malang, di Kecamatan Pinogu. (F.dok.istimewa)
GORUT (RAGORO) – Pascapandemi geliat perekonomian diharapkan terus tumbuh dan berkembang.
Banyak cara yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kembali geliat perekonomian, khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah.
Seperti langkah bijak dan strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut), Provinsi Gorontalo melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM.
Di mana, Jumat (5/8) akhir pekan lalu, telah  dilaunching Gerakan Rp 5.000 untuk UMKM.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Gorut, Hasan Hiola mengaku gerakan tersebut digagas pihaknya dengan tujuan mendorong tumbuhnya UMKM yang selama dua tahun ini agak terpuruk karena pandemi Covid-19.
“Ini merupakan langkah awal dari kita Dinas Dagperinkop dan UKM untuk menumbuhkembangkan UMKM agar supaya ke depannya bisa berkembang dan tentunya bisa lebih baik dari masa sebelumnya,” tuturnya.
Sementara Sekretaris Dagperinkop dan UKM Gorut, Grace Mangosa mengatakan gerakan Rp 5.000 tersebut adalah upaya pemerintah daerah menggerakkan energi UMKM.
“Semangatnya adalah dengan gerakan Rp 5.000 untuk UMKM, geliat UMKM Gorut akan bangkit kembali,” imbuhnya.
“Kami bersyukur karena secara khusus dapat dukungan dari Bapak Bupati, dan didukung sponsor dadakan yang datang, seperti BRI, Peninsula, BNN, Dhidi Mart, H2 Rival Gentuma, Apotek Azwa. Mereka berpartisipasi untuk memberi kontribusi dalam bentuk doorprize,” sambung Grace.
Ia menjelaskan, gerakan yang digagas pihaknya, merupakan kegiatan yang tidak menggunakan dana khusus yang diperuntukkan untuk kegiatan tersebut.
“Sebab, kegiatan ini sesungguhnya hanya lahir dari sebuah ide bagaimana UMKM Gorontalo Utara bangkit. Sehingga kita pada prinsipnya hanya menyiapkan lokasi, menyiapkan sound sistem dan semua jajanan disiapkan oleh pedagang atau pelaku UMKM,” terangnya.
Bupati Gorut, Thariq Modanggu yang didaulat melaunching gerakan tersebut mengaku bangga dan apresiasi langkah inovatif yang dilakukan Disdagperinkop dan UKM.
“Jadi, itu memang upaya yang dilakukan, bahwa pengembangan UMKM itu dimulai dari hal-hal yang sederhana,” kata Thariq.
Ia menyebut, sebenarnya uang Rp 5.000 tidaklah seberapa besar. Tapi, justru menunjukkan bahwa pengembangan UMKM itu perlu dilakukan dengan konsep kebersamaan.
“Meskipun hal-hal kecil, tapi dilakukan secara terus menerus. Tentu itu akan memberikan manfaat kepada pelaku UMKM,” ujarnya.
Selanjutnya, belanja terpusat dengan konsep Rp 5.000 seperti itu, tentu turut membantu perekonomian daerah, terlebih khusus melalui UMKM.
“Apalagi yang belanja adalah aparat kita yang notabenenya banyak diantaranya yang berasal dari luar Gorut,” ungkapnya.
Ia pun berharap, gerakan Rp 5.000 untuk UMKM ini dibuat di setiap pekannya.
“Perlu dibuat tiap hari Jumat, minimal seminggu sekali dibelanjakan buat UMKM,” tandasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *