GORONTALO (RAGORO) – Usul Prof Aloei Saboe (ER, EYD : Alui Sabu) menjadi pahlawan nasional terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kali ini, dukungan datang dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) atau IDI pusat.
Mereka berharap, Presiden Jokowi dapat segera menetapkan Prof. Aloei Saboe sebagai pahlawan nasional di tahun 2022 ini. Hal ini mengemuka dalam webinar yang dilaksanakan oleh PB IDI yang membahas topik kiprah dokter sebagai calon pahlawan nasional tahun 2022.
Ketua umum PB IDI, dr. Moh Adib Khumaidi, Sp.OT menilai sejumlah dokter yang diusulkan sebagai calon pahlawan nasional di tahun 2022 ini, telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam undang-undang tentang gelar, bintang jasa dan tanda kehormatan.
“saat ini, ada 4 orang dokter yang diusulkan sebagai calon pahlawan nasional yaitu dr. Kariadi dan dr.R Soeharto dari Jawa Tengah, dr. Rubini dari Kalimantan Barat termasuk Prof Aloei Saboe yang diusulkan dari provinsi Gorontalo,” ungkap Moh. Adib Khumaidi.
Sementara itu, Dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N selaku Ketua Departemen Kajian Sejarah dan Kepahlawanan Dokter PB IDI menyampaikan, PB IDI akan memperjuangkan agar keempat dokter ini bisa ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai pahlawan nasional di tahun 2022.
“pengalaman pada tahun 1973, pemerintah pernah menetapkan 3 orang dokter sekaligus sebagai pahlawan nasional,” kata Isman sapaan akrab Dr. Muhammad Isman Jusuf.
Sementara itu, Dr. A. R. Mohammad, Sp.PD-FINASIM dalam kapasitas sebagai Ketua IDI Wilayah Gorontalo yang juga hadir sebagai salah seorang pemateri pada webinar tersebut memberikan apresiasi kepada PB IDI yang memperjuangkan Prof dr. Aloei Saboe bersama para dokter lainnya sebagai calon pahlawan nasional.
“semoga ke depan akan lebih banyak tokoh-tokoh kedokteran yang diusulkan dan ditetapkan menjadi pahlawan nasional,” harapnya. Lebih lanjut kata Dr A.R Mohammad, sejarah telah membuktikan bahwa dalam setiap periode sejarah negeri ini, dokter selalu berkiprah dan berkontribusi.
“nah, sehingga tidak salah jika dari kalangan para dokter pejuang ini ada yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai pahlawan nasional, termasuk Prof.dr Aloei Saboe dari Gorontalo,” tuturnya. (rg-56)











