Kader Demorkat Sokong Merlan.Saya Putri Gorontalo, Kenapa Takut

402
ADV
10
Merlan Uloli-Robby Hunawa

GORONTALO (RAGORO) – Merlan Uloli sangat menghormati adat, tetapi bukan berarti dia harus mengurungkan niatnya untuk maju di Pilbup. Bahkan dia tak takut sedikitpun untuk bertarung di Pilbup. “kenapa harus takut, sekarang ini status saya sebagai Wabup, itu artinya saya adalah seorang petahana, selain itu saya merasa sangat yakin bisa membawa Bonebol ke arah kemajuan dan lebih dari itu saya adalah putri Gorontalo, jadi apa yang harus ditakutkan,” tegasnya.

Menurut Merlan lagi, selama ini dia sudah melaksanakan tugas tugas Kepala Daerah dan tidak ada yang bertentangan dengan adat. Contoh dalam acara-acara tertentu, dia legowo duduk di tempat lain, karena seorang wanita tidak bisa duduk di tempat khusus yang disediakan untuk pejabat yang dalam adat Gorontalo hanya khusus untuk laki-laki. Semua itu tidak meruntuhkan wibawa seorang kepala daerah dan juga tak mengganggu tugas-tugas pemerintahan.

“sekarang saya sudah di titik ini, maka tidak ada langkah mundur, harus terus maju,” katanya. Merlan juga mengatakan, langkahnya ke Pilbup bukan hanya sekadar bertujuan menjadi Bupati, tetapi dia ingin membuka jalan selebar-lebarnya bagi perempuan-perempuan Gorontalo untuk bisa jadi kepala daerah. “maka saya harus jadi Bupati perempuan pertama di Gorontalo, ingat sejak abad 15, sejarah mencatat sudah ada perempuan yang menjadi raja di Gorontalo dan di abad ini saya bertekad membuat sejarah sebagai perempuan pertama yang jadi Bupati,” pungkasnya.

DEMOKRAT

Demokrat tetap berani menampilkan perempuan di Pilkada. “jangan ada dikotomi laki-laki dan perempuan, zaman dulu saja ada raja perempuan yang memimpin Gorontalo, kok sekarang tidak boleh,” tegas Ketua DPC Demokrat Bonebol, Robby Hunawa. Aleg Bonebol ini dengan sangat tegas mengatakan kalau partainya tetap akan mendukung Merlan Uloli untuk menjadi Bupati Bonebol.

Memang sekarang ini Merlan adalah kader Nasdem, namun karena dia menilai bahwa Merlan mampu memimpin Bonebol dengan baik, maka    Demokrat tetap berani menampilkan perempuan di Pilkada sebagai Cabup. Sekadar catatan, sejak awal, Demokratlah yang mendukung Merlan untuk berpasangan dengan Hamim dengan hitung hitungan setelah Hamim, maka Demokrat akan memasang Merlan sebagai Cabup. Dan ternyata, meski Merlan kemudian masuk ke Nasdem, namun Demokrat tetap komitmen berpihak pada perempuan.

Apalagi Demokrat dan Nasdem adalah  mitra koalisi. Ditanya bagaimana kalau kemudian Nasdem juga tak berani memasang perempuan sebagai Cabup? Menjawab pertanyaan itu, Robby Hunawa  mengatakan kalau memang Nasdem tak merekomendasi Merlan, maka Demokrat akan ambil alih. “kami akan membicarakan di internal partai untuk kemudian kami bawa ke DPP Demokrat,” katanya. (LaAwal-46)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *