GORUT (RAGORO) – Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diraih Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut) tahun 2021 dengan kategori pratama berpotensi dipertahankan tahun ini.
Optimisme itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu usai mengikuti Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) oleh pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui zoom meeting, di ruang rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gorut, Senin (6/6) sore kemarin.
Hanya memang diakuinya, ada beberapa hal yang perlu diseriusi dan ditindaklanjuti bersama. Seperti halnya keterlambatan penginputan data dukung.
“Jadi, kita lewat gugus tugas beranggapan karena masih dalam suasana Covid-19, maka ada data-data yang belum bisa disiapkan. Makanya, kita diberikan waktu 24 jam untuk mengisi data itu dan tadi (kemarin, red) semua OPD terkait dan lima cluster yang harus disiapkan, insya Allah ini bisa dipenuhi,” tuturnya.
Dan untuk catatan dari beberapa asisten deputi (asdep), Thariq mengatakan, pihaknya diingatkan, misalnya salah satunya soal dokumentasi harus lebih detail.
“Jadi, bukan sekadar foto yang digambarkan, tapi ada juga kegiatan, termasuk undangan, notulen rapat dan lain-lain,” jelasnya.
Sementara itu, soal indikator utama dari penilaian KLA ini, Thariq menjelaskan pada dasarnya setiap anak harus benar-benar mendapatkan haknya sebagai anak dan tentunya sebagai warga negara.
“Saya contohkan, misalnya dalam hal hak sipil anak di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, memperoleh data kependudukan dalam keluarga. Begitu juga hak anak memperoleh pendidikan atau informasi pendidikan dengan membuka akses perpustakaan kepada mereka,” imbuhnya.
Di samping juga peran-peran anak dalam pengambilan kebijakan, seperti musrenbang, dengan harapan mereka dilibatkan dalam perencanaan.
“Jadi, intinya forum anak ini juga harus selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan, supaya anak-anak ini mulai dikenalkan,” paparnya.
“Termasuk juga soal ketenagakerjaan. Jangan sampai anak-anak dimanfaatkan dieksploitasi, sementara hak-hak mereka untuk belajar dan bermain itu berkurang. Tapi, kalau kita lihat secara umum di Gorontalo Utara, karena banyak bergerak di sektor pertanian, sehingga ekploitasi anak relatif tidak ada,” pungkas Ka Oki sapaan akrab Thariq Modanggu. (RG-56)











