GORONTALO (RAGORO) – Ada 34 permintaan yang dicatat Ketua Deprov Paris Jusuf dalam pertemuan antara Deprov dengan Penjagub. Tetapi ada satu yang paling berat dan tugas berat yang diberikan Kris Wartabone ini ibarat mengurai benang kusut. Tetapi permintaan Wakil Ketua Deprov itu merupakan titipan dari para tokoh adat. “ini menyangkut persoalan adat yang terjadi beberapa tahun terakhir ini, perlu Pak Gub ketahui sekarang ini ada dua lembaga adat di Gorontalo yang satu bentukan Rusli Habibie dan yang satu lagi Rachmat Gobel,” kata Kris. Mestinya kata dia lagi, tidak ada lembaga adat tingkat Provinsi. Lembaga adat ini adanya hanya di tingkat Kabupaten dan Kota. Nah, kata Kris lagi, Penjabat yang sudah diterima secara adat tak usah takut untuk menyelesaikan persoalan adat yang sudah membentuk dua kubu. “ada dua hal yang bisa dilakukan Pak Gub, Pertama kembalikan lembaga adat ini ke Kabupaten dan Kota atau melebur dua lembaga adat ini jadi satu, jangan khawatir, sebagai khalifah, pak Gub bisa melakukan itu,” kata Kris. Selain itu, Kris juga minta Gubernur selesaikan persoalan Poligon, karena sudah ada keputusan Deprov untuk menyerahkan Poligon untuk bergabung dengan UNG, pasalnya Poligon ini tidak kunjung berkembang. Berikutnya Kris juga menyampaikan ada 14 jabatan di eselon 3 yang lowong. Soal Poligon dan pengisian jabatan sepertinya tidak masalah bagi Penjagub karena usai dilantik, Hendra Noer langsung menghadap Mendagri dan meminta petunjuk soal apakah Penjagub bisa melakukan pengisian-pengisian jabatan termasuk pergantian pejabat. Ternyata bisa tetapi harus dikonsultasikan ke Depdagri. (LaAwal-46)











