Kota GorontaloPemkot

Gelar Pelatihan, Pemkot Gorontalo Permantap Projec CRIC

183
×

Gelar Pelatihan, Pemkot Gorontalo Permantap Projec CRIC

Sebarkan artikel ini
Walikota Marten A. Taha saat memberikan sambutan pelatihan penyusunan konsep rencana aksi dan hasil perhitungan inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK), bertempat di Aston Hotel Gorontalo, Senin (11/4, Foto PKP).

PEMKOT (RAGORO)- Kota Gorontalo salah satu dari 10 kota percontohan di Indonesia yang telah menganalisis isu-isu prioritas di tingkat makro dan strategis, yang masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah jangka menengah. Kota Gorontalo sendiri telah memuat program strategis yang mendukung program Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC), diantaranya program pengelolaan limbah dan persampahan, polusi udara, sistem peringatan dini untuk bencana terkait iklim, serta air dan sanitasi. Guna mempermantap projek CRIC, Pemerintah Kota Gorontalo lewat Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPPEDA) Kota Gorontalo kembali melaksanakan pelatihan penyusunan konsep rencana aksi dan hasil perhitungan inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan penyelenggara dari CRIC.

Walikota Gorontalo Marten A. Taha, dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut mengungkapkan, Kota Gorontalo sejak awal projec CRIC ini hadir, telah fokus mengambil isu terkait air dan sanitasi, karena melihat kondisi geografis daerah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. “Ketersediaan air bersih dan sanitasi dimasa penghujan seperti saat ini menjadi faktor utama perhatian pemerintah daerah. Untuk itu, melalui fasilitasi Program CRIC berupa kegiatan pelatihan penyusunan rencana aksi iklim, dengan beberapa tahapan yang sudah dilewati, seperti pada tanggal sembilan dan sepuluh bulan agustus tahun dua ribu dua puluh satu, telah dilaksanakan pelatihan inventarisasi GRK pada aplikasi Sign Smart – Kemeterian lingkungan hidup dan kehutanan ri melalui zoom meeting, tanggal 16 sampai dengan 18 februari merupakan pelatihan kedua terkait penyusunan baseline gas rumah kaca yang keluarannya terkait target persentase penurunan emisi di Kota Gorontalo.

Dan hari ini, merupakan pelatihan ketiga, yakni penyusunan konsep rencana aksi dan hasil perhitungan inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) yang diharapkan akhir dari pelatihan ini akan yang menghasilkan dokumen rencana aksi iklim / climate action plan (cap) yang dapat bermanfaat bagi kota gorontalo. Utamanya dalam menyelesaikan permasalahan air dan sanitasi yang menjadi fokus utama seperti yang sudah disampaikan diatas, “ujar Marten.(lev).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *