Kota GorontaloPemkot

Dipenguji Eksternal Sidang Doktor, Marten Disebutkan Bukan Walikota Biasa, Tapi Luar Biasa

256
×

Dipenguji Eksternal Sidang Doktor, Marten Disebutkan Bukan Walikota Biasa, Tapi Luar Biasa

Sebarkan artikel ini
Suasana Sidang Promosi Doktor bidang Antropologi Walikota Marten A. Taha, Senin (28/03, Foto Istimewa)

MAKASSAR (RAGORO)– Banyak pujian dan ucapan selamat kepada kepada Walikota Gorontalo Marten A. Taha dalam ujian promosi Doktor dalam bidang antropologi yang dilaksanakan, Senin (28/3/2022), di Aula Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan kemarin. Salah satunya yang disampaikan oleh Guru Besar amat terpelajar bapak Prof. Dr. Mahmud Tang, MA, sebagai promotor dalam sidang tersebut. Guru Besar Prof. Dr. Mahmud Tang, MA menyebutkan, seorang Marten Taha bukanlah walikota biasa, Tapi luar biasa. “Pada tahun 2021 ada 10 penghargaan, hanya satu dibaca, yaitu pelayanan publik kategori sangat baik dengan nilai A ditahun 2020. Dan penghargaan ke 191, sebagai kepala daerah inovatif ditahun 2021 kategori pendidikan. Saya motambahkan di 192, penghargaan dengan pengakuan bahwa, dia bukan walikota biasa, tapi, luar biasa. Alhamdulillah, terima kasih. “ujar Prof. Dr. Mahmud Tang, MA, usai membacakan riwayat Promosi Doktor Bapak Marten Taha dalam sidang tersebut. Ungkapan tersebut, disambut dengan tepuk tangan oleh para peserta sidang.

“Terima kasih Prof. Bapak Promotor memperkenalkan bapak promovendus luar biasa. Dikarenakan mencatat sebagai Walikota yang luar biasa. mudah-mudahan juga menjadi promovendus yang luar biasa, “ujar Pimpinan Sidang Prof. Dr. Armin Arsyad, M.Si. Selanjutnya Walikota Gorontalo Marten A. Taha kandidat doktor diberikan kesempatan untuk dapan penyampaikan penjelasan disertasinya selama 20 menit waktu yang ditetapkan oleh pimpinan sidang. Marten A. Taha menyebutkan, disertasinya berjudul “Implementasi Program Kartu Sejahtera di Kota Gorontalo”. Menurutnya, tema tersebut yang diambil dari sebuah pendekatan antropologi kebijakan publik dengan melihat fenomena pengangguran diGorontalo terlebih khususnya di Kota Gorontalo. “Saat ini, angka pengangguran tamatan pendidikan SMA, SMK, dan perguruan tinggi, masih cukup tinggi.

Fakta itu mengartikan bahwa serapan tenaga kerja di Kota Gorontalo masih rendah. Selain itu, angka partisipasi sekolah juga masih rendah. Berdasarkan garis kemiskinan dan persentasi penduduk miskin masih tinggi, dengan jumlah 5,73 persen. Sehingga dirumuskan program ini yang diharapkan mampu mengatasi persoalan-persoalan tersebut. Sepertihanya dengan memberikan kartu sejahtera, yang bahasa politisnya program gratis lahir sampai mati, “ungkap Marten. Manurutnya, semua masyarakat menginginkan kehidupan yang sejahtera. Namun, tidak semua manusia itu mampu mewujudkannya.

“Ada yang mesti dibantu. Dalam hal inilah, ia membantu kesejahteraan itu melalui program kartu sejahtera, “tambah Marten. Sejumlah tujuan yang dirumuskan lanjut Marten, menganalisis dan menjustifikasi kebijakan pelaksanaan program unggulan kartu sejahtera. kemudian, menganalisis respon masyarakat terhadap pelaksanaan program unggulan kartu sejahtera.
“Dalam artian, menganalisis dan menjustifikasi pencapaian kesejahteraan masyarakat Kota Gorontalo, dan menemukan serta mengkonstruksi teori tentang hambatan dan tantangan implementasi program tersebut, “jelas Marten. Diketahui pula, sidang yang digelar secara hybrid dan disiarkan langsung melalui facebook Vanspage Kominfo Kota Gorontalo, turut dihadiri oleh Maha Guru amat terpelajar Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah, SH. MH, sebagai penguji eksternal yang hadir melalui virtual.(lev).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *