Kota Gorontalo Kota Ke-10, Masuk Percontohan CRIC

498
ADV
10
Walikota Marten A. Taha saat memberikan sambutan, pada kegiatan pelatihan mitigasi CRIC, Rabu (16/2, Foto PKP)

PEMKOT (RAGORO)– Mitigasi Penyusunan Baseline GRK, Kota Gorontalo merupakan bagian dari 10 Kota yang terpilih masuk percontohan Climate Resilience and Includive Cities (CRIC) yang di fasilitasi badan perencanaan, penelitian dan pengembangan Kota Gorontalo. Dari kesepilih Kota terebut kata Marten, Kota Bandar Lampung, Cirebon, Pangkal Pinang, Pekan Baru, Mataram, Kupang, Samarinda, Banjarmasin, Ternate dan Kota Gorontalo.”Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) telah dilaksanakan di 10 kota percontohan di Indonesia, salah satunya di Kota Gorontalo dalam kegiatan pelatihan yang difasilitasi oleh badan perencanaan, penelitian dan pengembangan Kota Gorontalo, “ujar Walikota Gorontalo Marten A. Taha saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara pelatihan mitigasi terkait penyusunan Baseline Gas Rumah Kaca (GRK) yang dilaksanakan di Hotel Aston Gorontalo, Rabu (16/02/2022), kemarin.

Lanjut, proyek CRIC yang didanai oleh Uni Eropa ini kata Marten, telah menghasilkan laporan kajian perkotaan untuk 10 kota, yang berfungsi sebagai dokumen dasar bagi kota-kota untuk menganalisis isu-isu prioritas di tingkat makro dan strategis. Diantaranya adalah, pengelolaan limbah, polusi udara, sistem peringatan dini untuk bencana terkait iklim serta air dan sanitasi. “Diakhir dari pelatihan ini akan menghasilkan dokumen rencana aksi iklim/ Climate Action Plan (CAP) Kota Gorontalo. Jadi, saya ucapkan terima kasih kepada segenap anggota Pokja CRIC yang telah bekerja dengan penuh dedikasi selama ini demi terwujudnya Tagline di Kota Gorontalo, “tandas Marten.(lev).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *