Amanah Perpres, Marten Siap Kawal DBON

398
ADV
10
Menpora RI, Zainudin Amali dan Walikota Marten A. Taha, terlibat perbincangan serius pada peringatan HPN tahun 2022, di Kota Kendari, Selasa (8/2, Foto PKP).

PEMKOT (RAGORO)– Walikota Gorontalo Marten A. Taha menyebutkan, terkait Peraturan Presiden tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang kini tengah disosialisasikan Kemenpora RI, daerah wajib untuk bisa memberikan kontribusi penting terhadap kemajuan olahraga dalam hal Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang merupakan amanah Perpres. Menurutnya, ini sudah menjadi tugas semua daerah baik Gubernur, Bupati/Walikota dan para ketua KONI serta para pemerhati olahraga di daerah. Olehnya, sebagai kepala daerah apa yang menjadi kebijakan nasional harus dijalankan. Terlebih itu terkait Peraturan Presiden tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang kini tengah disosialisasikan Kemenpora RI.

“Saya kira ini menjadi pemicu bagi kita untuk bisa meningkatkan prestasi olahraga di Provinsi Gorontalo. Dikarenakan saya sudah diganjar dengan penghargaan ini, tentunya harus memberikan bukti juga bagaimana saya bisa mensukseskan apa yang di sampaikan oleh Pak Menpora tadi yaitu Desain Besar Olahraga Nasional, “ujar Mantan Ketua KONI Provinsi Gorontalo Marten A. Taha, usai bertemu Menpora Zainuddin Amali pada acara penganugerahan dari SIWO PWI, Selasa (8/2/22). Walikota dua periode tersebut juga menuturkan, semua daerah baik Gubernur, Bupati Eali kota dan para ketua KONI serta para pemerhati olahraga di daerah wajib untuk bisa memberikan kontribusi penting terhadap kemajuan olahraga dalam hal Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang merupakan amanah Perpres.

“Ini menjadi tugas kita bersama terutama para wartawan olahraga untuk mensosialisasikan dan menginterpretasikan tentang Perpres ini sehingga desain Olahraga Nasional itu bisa tercapai, “ucapnya. Lanjut, ada beberapa cabang olahraga yang justru menjadi cabang unggulan di daerah kata Marten, namun tidak masuk di dalam program DBON seperti halnya sepak takraw yang merupakan andalan Provinsi Gorontalo. Dalam artian, yang belum masuk tersebut bukan berarti tidak masuk di dalam kancah pembinaan olahraga secara nasional. Akan tetapi, inilah yang menjadi tugas daerah untuk bisa mengembangkan sesuai dengan potensi dan bakat yang dimiliki oleh para olahragawan yang berprestasi di daerahnya masing-masing. “Saya kira ini nantinya menjadi tugas kita bersama, dan sebagai orang yang diberi penghargaan seperti ini tentunya juga merasa bertanggung jawab terhadap suksesnya DBON yang akan dilaksanakan di provinsi. Dengan harapan, sinergitas dan kolaborasi kita semua, apa yang di inginkan bisa kita capai, “harap Marten.(lev).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *