UMKM Gorontalo Sarat Potensi, Minim Dukungan, UPTD Kemasan Dinanti

458
ADV
10
Potret salah satu pelatihan kepada para UMKM yang tersebar di sejumlah wilayah Gorontalo, yang sempat dikunjungi oleh jajaran Komisi II Deprov, beberapa waktu lalu. (foto: dok)

KABGOR (RG) – Kerap terjadinya kenaikan harga-harga kebutuhan pokok atau sembako, seperti minyak goreng, yang kini sudah dibijaksanai oleh pemerintah pusat dengan memberlakukan minyak goreng Satu Harga senilai Rp 14,000/liter, dinilai oleh anggota Komisi II Deprov, Manaf Abidin Hamzah, mestinya menjadi peringatan bagi pemerintah daerah, baik di provinsi maupun kabupaten/kota. Bahwa sudah saatnya, lebih memanfaatkan potensi lokal dalam mengantisipasi setiap gejolak di masyarakat, akan kenaikan harga sembako tersebut. “Karena menurut saya, baik potensi SDA-nya (Sumber Daya Alam) maupun SDM-nya (Sumber Daya Manusia) seperti keberadaan para UMKM-UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di provinsi Gorontalo, itu rata-rata banyak dan cukup tersedia. Lihat saja di desa-desa, mereka sarat potensi dan tekun beraktivitas seperti dalam membuat aneka produk, hingga minyak goreng kampung. Namun sayang, masih minim dukungan dari pemerintah dan instansi terkait,” ungkap Manaf. “Buktinya, seperti terkait kebutuhan minyak goreng yang harganya sempat naik, beberapa waktu lalu. Itu kan, terkait bahan baku-nya seperti kelapa, begitu banyak terhampar di Gorontalo. Mengapa moment ini, tidak dimanfaatkan oleh pemerintah di Gorontalo?” tukas dia. “Dengan misalnya, mengakomodir apa kekurangan kita (UMKM Gorontalo), seperti dalam meracik minyak goreng yang benar-benar berkualitas, membuat kemasan-nya, dan sebagainya. untuk selanjutnya mendatangkan para ahli yang dinilai berkompeten, untuk lebih melatih para UMKM kita. Iya kan?” papar Manaf.
Olehnya, kata Manaf lagi, dari informasi yang didapatkanya, tengah dirintis saat ini, pembukaan Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) di Pemprov Gorontalo, yang khusus membidangi pembuatan kemasan sejumlah produk UMKM yang bisa diberdayakan masyarakat Gorontalo. “Kita tunggu saja, sejauh mana pengoperasian dari UPTD kemasan tersebut. Yang kami (Komisi II) harapkan kelak benar-benar berdaya guna pemanfaatannya bagi para UMKM-UMKM yang tersebar di provinsi Gorontalo,” harap politisi PKS dua periode di Parlemen Puncak Botu ini. (ayi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *