DPRD Provinsi

Pelayanan Penumpang di Pelabuhan Diharap Lebih Optimal

250
×

Pelayanan Penumpang di Pelabuhan Diharap Lebih Optimal

Sebarkan artikel ini
Kunjungan kerja Ketua Deprov, Paris RA Jusuf, ke Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, yang diterima langsung Kepala Kantor KSOP Kelas III Manado, Capt. Mozes Imanuel Karaeng, dan jajarannya, Rabu (2/2). (foto: hengki/hms)

MANADO (RG) – Tidak dipungkiri, mayoritas wilayah di 6 (enam) kabupaten/kota se provinsi Gorontalo, memiliki kawasan pelabuhan. Baik untuk kebutuhan arus penumpang, maupun barang antar daerah. Pemenuhan hal itu terjadi, karena letak geografis dari provinsi Gorontalo sendiri yang diapit dua perairan laut. Masing-masing di utara, ada laut Sulawesi. Dan dibagian selatan terdapat Teluk Tomini. Yang kesehariannya, rutin melakukan aktivitas pelayanan penumpang di masing-masing wilayah pelabuhan. Yang diharapkan oleh Ketua Deprov, Paris RA Jusuf, beragam aktivitas dalam bentuk pelayanan kepada para penumpang antar pulau maupun wilayah, dari dan ke wilayah provinsi Gorontalo, agar senantiasa lebih optimal dilakukan dari waktu ke waktu. Karena, hal itu diyakini akan turut berdampak dalam mendukung roda perekonomian di provinsi ke 32 di Indonesia ini.

Olehnya, terkait penerapan pelayanan penumpang di kawasan pelabuha yang lebih memadai, Ketua Deprov, Paris RA Jusuf, melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Manado, di provinsi Sulawesi Utara. Yang diterima langsung oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Manado, Capt. Mozes Imanuel Karaeng, beserta jajarannya, Rabu (2/2). “Maksud dari kunjungan kerja ini, tidak lain ingin mengetahui sejauh mana prosedur pelayanan penumpang di pelabuhan Manado, agar kian tercipta pelayanan dan kenyamanan bagi para penumpang kapal. Untuk bisa dijaring penerapannya di kawasan-kawasan pelabuhan yang tersebar di provinsi Gorontalo,” ujar Ketua Deprov.

Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Kelas III Manado Capt. Mozes Imanuel Karaeng menyebutkan, alur penumpang di terminal penumpang Pelabuhan Manado, sudah dilakukan pembenahannya. Agar proses kedatangan dan keberangkatan penumpang kapal menjadi lebih tertib, aman dan nyaman. Terlebih dalam menghadapi moment-moment tertentu, seperti hari Natal dan tahun baru. Dimana, sering terjadi kenaikan jumlah penumpang, dibanding hari-hari biasanya. “Salah satunya, seperti telah diberlakukan area steril. Jadi, hanya penumpang yang punya tiket, yang bisa masuk ke area steril pelabuhan. Dimana, untuk wilayah steril itu, ada di area dermaga 1, 2 dan 3. Sehingga, keluar masuknya penumpang, dapat dikontrol dengan melakukan pengaturan alur. ” jelas Mozes Imanuel Karaeng. (hengki/ayi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *