Indra Ingatkan Tiga Hal ke Suleman

501
ADV
10
Suleman Lakoro resmi menjabat Sekda Gorut, setelah dirinya dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Gorut, Indra Yasin. (Foto : hmskominfo_gorut)
GORUT (RAGORO) – Setelah resmi menjabat Sekretaris Daerah Gorontalo Utara (Sekda Gorut), Suleman Lakoro akan diperhadapkan dengan tupoksi dirinya sebagai panglima Aparatur Sipil Negara (ASN). Tentu, tugas-tugas dalam rangka menerjemahkan perintah atau pun program kerja Bupati dan Wakil Bupati.
Oleh karena itu, sebagai pembantu Bupati, Suleman diingatkan untuk memperhatikan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Ada tiga hal yang kemudian menjadi harapan Bupati Gorut, Indra Yasin kepada mantan Sekretaris DPRD Gorut itu.
“Harapan saya yang pertama, lakukan komunikasi segala arah, yakni ke atas, samping, dan bawah. Lalu, komunikasi dengan lembaga-lembaga yang ada, terlebih dengan DPRD. Karena dalam pemerintahan daerah, dua lembaga ini, antara eksekutif dan legislatif sering berkoordinasi, itu penting,” tutur Indra Yasin.
Oleh sebab itu, Suleman diminta mampu melakukan komunikasi dan mengkomunikasikan, sehingga nantinya hubungan pemerintah daerah dengan lembaga yang ada bisa terjalin dengan baik.
Yang kedua, tentu Suleman juga harus mampu menerjemahkan apa yang menjadi kebutuhan kepala daerah. “Artinya, hanya satu dua kali kepala daerah bicara pasti dia sudah bisa terjemahkan.
Dan itu harus dikomunikasikan kembali, apa yang sudah demikian kebijakan itu, sehingga dia bisa mengambil kebijakan, dengan artian tidak mengambil kebijakan sendiri,” terangnya.
Ketiga, Bupati Indra juga mengingatkan, tentu semua adminstrasi kesektariatan tetap berjalan dengan lancar dan tidak boleh tersendat, terutama dalam pengurusan administrasi kepada masyarakat. “Jangan sampai surat sudah menumpuk pada mejanya dan masyarakat mengeluh. Jangan ada seperti itu,” tegasnya.
Sebelumnya, Indra menjelaskan, pelantikan terhadap Suleman Lakoro sebagai Sekda definitif itu berdasarkan rekomendasi KASN dan Gubernur Gorontalo, setah melalui seleksi oleh tim panitia seleksi (pansel).
“Di mana, hasilnya, dari 7 kandidat yang mengikuti seleksi di tahap awal, 2 diantaranya gugur dan kemudian menjadi 3, dan hasilnya 1 ini yang saya lantik,” ungkap Indra.
Tentu lanjut Indra, hal itu sudah berdasarkan hasil seleksi panitia dengan melihat dari berbagai sisi dan berbagai segi untuk dipertimbangkan dan kemudian diserahkan kepada dirinya selaku PPK. “Jadi, saya tinggal menunggu hasilnya, dan alhamdulillah sudah tidak ada beban, karena itu hasil seleksi,” ujarnya.
Yang pasti, dalam proses seleksi, Indra menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan intervensi untuk meluluskan atau memilih kandidat tertentu.
“Tentu itu tidak, karena saya tahu semuanya pejabat-pejabat yang baik dan berkompeten di bidang pemerintahan. Sudah teruji dan terlatih semuanya, sehingga kita tinggal memilih.
Karena semuanya ada kelebihan dan kekurangan. Dan alhamdulillah sudah terpilih dan semuanya bisa menerima yang saya lantik pada hari ini,” tandasnya.
Sementara soal gugatan sekda non aktif, Indra menilai itu hal yang biasa-biasa saja, tetap jalan dan tidak akan berpengaruh terhadap pelantikan sekda definitif.
“Namun, untuk kedepannya kita lihat lah, tapi yang jelas pemerintah daerah sudah banding, artinya keputusan PTUN itu belum inkrah dan kalau belum inkrah, maka saya boleh melantik hari ini (kemarin, red),” tegas Indra Yasin. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *