GorutPemkab Gorut

Pengisian Jabatan Sekda Gorut, Indra Pilih Siapa ?

284
×

Pengisian Jabatan Sekda Gorut, Indra Pilih Siapa ?

Sebarkan artikel ini
Bupati Gorut, Indra Yasin didampingi Wakil Ketua 1 DPRD Gorut, Roni Imran saat berpose dengan 5 kandidat Sekda Gorut dan tim panitia seleksi di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, kemarin. (Foto : hmskominfo_gorut)
GORUT (RAGORO) – Dari 7 pelamar kandidat calon Sekretaris Daerah Gorontalo Utara (Sekda Gorut), kini menyisakan 5 kandidat, masing-masing Suleman Lakoro, Slamet Bakri, Abdul Wahab Paudi, Robin Daud, dan Faizal Piu.
Sementara dua yang tersisih saat seleksi administrasi, yakni, Jost Pomalingo dan Badar Pakaya. Ke- 5 kandidat tersebut, sejak Rabu (5/1) telah menjalani tes psikometri yang kemudian pada Kamis (6/1) kemarin dilanjutkan dengan penulisan makalah serta wawancara yang akan dilaksanakan hingga Jumat (7/1) hari ini.
Selanjutnya pada tanggal 10 Januari nanti, 3 kandidat dari hasil seleksi terbuka diserahkan kepada PPK, dalam hal ini Bupati Gorut untuk selanjutnya 1 nama disampaikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Bupati Gorut, Indra Yasin yang hadir memantau proses seleksi terbuka tersebut, Kamis (6/1) kemarin, menjelaskan bahwa pengisian jabatan Sekda atau seleksi terbuka pejabat tinggi Pratama Sekda didasarkan pada surat BKN yang menyatakan untuk segera melakukan pengisian pejabat sekda definitif agar kegiatan kesekretariatan dapat berjalan dengan lancar.
“Semoga hasil seleksi hari ini, kita mendapatkan pejabat-pejabat yang terbaik, tapi bisa diingat mereka semua pejabat pejabat yang terbaik.
Jadi, kita mencari yang terbaik di antara terbaik,” tegas Indra Yasin saat diwawancarai usai hadir pada seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama sekda.
Oleh karena itu, Ia meminta kepada panitia seleksi untuk memberikan yang terbaik kepada daerah, karena nanti sekretaris daerah dapat menjabarkan tugas-tugas kepala daerah baik dari OPD sampai ke tingkat bawah.
“Dan dalam menterjemahkan itu dia harus bekerjasama dengan pimpinan OPD, dan seluruh Aparatur Sipil Negara,” tuturnya.
Nantinya sekretaris daerah, lanjut Indra, harus mampu menjembatani, dengan institusi lainnya misalnya DPRD, dan lembaga-lembaga lainnya, sehingga hubungan dengan lembaga-lembaga lain terjadi keharmonisan dan berjalan dengan baik.
“Tentu seorang sekda harus juga mempunyai inovasi-inovasi, di dalam tugas-tugasnya dan yang terpenting memfasilitasi tugas-tugas kepala daerah, sehingga bisa berjalan baik dan sukses,” tukasnya.
Memang secara prosedur, dari 5 kandidat, nantinya akan menyisihkan dua kandidat, sehingga menyisakan 3 kandidat.
“Nah, selanjutnya, 3 nama yang diajukan ke saya, itu yang saya akan dikirim ke Jakarta untuk mendapat persetujuan siapa yang akan menjadi sekretaris daerah.
Tapi ingat, divsana hanya memberikan persetujuan untuk ke-3 nya, tapi siapa yang akan menjadi sekda maka kepala daerah yang menentukannya,” tandasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *