KABGOR – Nampaknya nasib pembangunan pasar modern Shoping Center Limboto bakal terkatung-katung.
Pasalnya dalam rapat bersama dengan melibatkan semua pihak, baik PA (Pengguna Anggaran) Dinas Perindag Kabupaten Gorontalo, Bagian Ekonomi, ULP, Keuangan, Assiten II pembangunan, hingga aparat penegak hukum APH kepolisian dan kejaksaan kabarnya tidak menghasilkan final hasil.
Rapat yang berlangsung di kantor Perindag itu berlangsung tertutup dengan pula menghadirkan beberapa pihak penyedia atau kontraktor.
Keberadaan Mega proyek berbanderol Rp 60 Milyar lebih itu sejatinya harus sudah jalan. Namun dengan dua kali proses tender ditahun kemarin mengalami kebuntuan alias gagal tender.
Kini eksekusinya berada di Dinas Perindag, setelah ULP melimpahkannya ke mereka selaku pengguna anggaran.
Hanya saja itu tadi, Rapat bersama sepertinya mengalami kebuntuan. Satu persatu peserta rapat seakan keluar ruangan, yang berkahir dengan diskusi liar didepan kantor Perindag.
Beredar kabar, proses itu bakal dilelang untuk ketigakalinya. Sementara idealnya jika sudah dua kali gagal tender, alternatif terkahir yakni penunjukan langsung atau PL.
Memang ada 3 pilihan tindakan untuk itu, namun jika merunut waktu, kerja pembangunanya sudah harus ditunjuk langsung.
Para penyedia pun tampaknya kecut dalam senyumnya kala keluar ruangan rapat. Senyum yang menggambarkan ketidak-puasan dalam rapat yang hampir ada 5 jam lebih.
Sebab mereka agaknya kaget jika pembangunan pasar modern itu akan dilakukan tender untuk ketigakalinya.
Mereka memang berharap akan ada penunjukan langsung. Namun sayangnya, rapat kali itu sepertinya buntu.
Semua peserta rapat tak mau memberikan komentar banyak. Yang ada hanya mengarahkan wartawan untuk mewawancarai Kadis Perindag Gusti Tomayahu.
” Silahkan tanya saja sama pak Gusti. Mereka yang punya anggaran,” ujar mereka mirip. Dengan rapat yang mengalami kebuntuan itu bisa jadi secara tersirat akan ada rapat lanjutan, juga oleh dinas Perindag. (RG.53)











