Membangun dan Melahirkan Portofolio Inisiatif Masyarakat Ponkep

432
ADV
10
Sosialisasi portofolio solusi bersama dengan pemerintah lokal Gorontalo Utara dalam Social Innovation Platform (SIP) Propinsi Gorontalo terkait Jaringan Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (JAPESDA) Nomor 224/BPP-JPSDA/XII/2021. (Foto : 89_rg)
GORUT (RAGORO) – Wakil Bupati Gorontalo Utara (Wabup Gorut), Thariq Modanggu membuka sosialisasi portofolio solusi bersama dengan pemerintah lokal Gorontalo Utara dalam Social Innovation Platform (SIP) Propinsi Gorontalo terkait Jaringan Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (JAPESDA) Nomor 224/BPP-JPSDA/XII/2021.
Kegiatan dilaksanakan di Aula Bappeda Gorut, Kamis (23/12) kemarin. Diwawancarai usai kegiatan tersebut, Wabup Thariq mengaku, Social Innovation Platform (SIP) ini sangat penting sekali dalam rangka bagaimana membangun dan melahirkan portofolio insiatif masyarakat.
Di mana, inovasi-inovasi dari masyarakat ditampung dan melalui tim yang sudah ada menyajikan portofolio, khususnya kawasan Ponelo Kepulauan.
“Kenapa Ponelo Kepulauan, karena ini memang lokus yang ditetapkan, karena Ponelo Kepulauan juga adalah kawasan perdesaan yang ditetapkan oleh Kementerian PDTT,” terangnya.
Oleh karena itu, Ia menilai, inisiatif lokal dan portofolio inovasi yang sudah dikembangkan sementara ini oleh fasilitator United Nations Development Programme (UNDP) sangat penting sekali dalam rangka pengembangan program masyarakat yang membutuhkan intervensi stakeholder.
Thariq mengungkapkan, satu hal yang membanggakan pihaknya, bahwa Gorontalo Utara masuk dalam lokus UNDP.
“Itu penting bahwa Gorontalo Utara dalam hal ini pun yang masuk menjadi lokus dalam rangka pengembangan inisiatif lokal,” ujarnya.
Oleh karena itu, Ia berharap, terhadap OPD, pemerintah daerah termasuk desa-desa agar bisa memanfaatkan portofolio ini untuk membangun Ponelo Kepulauan.
“Berikutnya, kami berharap bahwa cara-cara kerja yang dikembangkan oleh UNDP ini juga bisa dikembangkan di kecamatan lain atau desa-desa lain di Gorontalo Utara,” kata Thariq.
Dirinya yakin, setidaknya ada tigal hal yang menjadi keuntungan dalam usaha portofolio ini. Yang pertama, masyarakat sudah dilibatkan dan masyarakat terlibat dalam membangun inisiatif lokal dan inovasi lokal.
“Yang kedua pemerintah daerah dibantu melalui program ini untuk melakukan pemetaan, kemudian yang ketiga bahwa Gorontalo Utara telah menjadi bagian dari lokus UNDP ini artinya bahwa bagaimanapun telah tercatat nama Gorontalo Utara di badan dunia dan ini menjadi satu poin bagi pengembangan Gorontalo Utara ke depan,” tutupnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *