3 Pendekatan Perangi Narkoba Selama Tahun 2021, BNNP Gorontalo Ringkus 12 Pelaku Narkoba

416
ADV
10
KEPALA BNN Provinsi Gorontalo, Brigjen Pol. Ir. Sukandar (ketiga dari kiri) pada kegiatan konferensi pers. (foto/istimewa)

GORONTALO (RAGORO) – Dalam mengatasi permasalahan Narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo melaksanakan tugasnya melalui tiga pendekatan War On Drugs (Perangi Narkoba), yakni Soft Power Approach, Hard Power Approach dan Smart Power Approach.

Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol. Ir. Sukandar, MM, pada kegiatan rilis akhir tahun, di kantor BNNP Provinsi Gorontalo, Kamis (23/12/2021) kemarin.

Sukandar menyampaikan bahwa Soft Power Approach diterapkan pada Bidang Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat, Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi.

Hard Power Approach diterapkan pada bidang Bidang Pemberantasan. Sedangkan Smart Power Approach diterapkan pada penggunaan teknologi informasi dengan penggunaan peralatan yang mumpuni dan modern sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan tugas dan fungsi P4GN.

Pada pendekatan Hard Power Approach, BNNP Gorontalo pada periode Januari hingga Desember 2021, berhasil mengungkap 8 kasus Narkoba, dengan 12 orang tersangka, dan berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 8,175 gram Shabu.

Selanjutnya, pada pendekatan Soft Power Approach, BNNP mengambil langkah preventif untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap Narkoba, dengan menyasar kaum muda atau anak-anak, remaja, pelajar, dan mahasiswa yang merupakan target pasar jaringan sindikat Narkoba.

Langkah yang dilakukan melalui 150 kegiatan advikasi dan diseminasi dann 5.307 penyebaran informasi dengan melibatkan 10.005 orang.

Selain itu, kegiatan lain adalah membentuk ketahanan 110 keluarga dari ancaman Narkoba, mengembangkan soft skill di 3 lembaga pendidikan, membentuk 20 desa Bersinar atau bersih dari narkoba, serta penyebaran informasi ‘Suara BNN’ melalui 7 radio.

Untuk pemberdayaan peran serta masyarakat, BNNP Gorontalo dan jajarannya telah melaksanakan 114 kegiatan dengan jumlah peserta 2.985 orang, termasuk melakukan tes urine sebanyak 74 kali kepada 1.254 orang, dengan hasil positif 10 orang dan sudah mendapatkan pelayanan rawat jalan.

Selain itu, Soft Power Approach ini juga diterapkan pada rehabilitasi dan pasca rehabilitasi. Dimana pada tahun 2021, BNNP Gorontalo dan jajaran telah merehabilitasi penyalahguna narkoba sebanyak 329 orang yang terdiri dari 209 orang direhabilitasi instansi pemerintah dan 120 orang direhabilitasi komponen masyarakat.

Selanjutnya BNNP Gorontalo melaksanakan program Team Asesment Terpadu kepada 78 orang tersangka kejahatan Narkoba. Kemudian pada bidang rehabilitasi juga melaksanakan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang sudah terbentuk 9 IBM, yakni Kota Gorontalo 2 IBM dengan 10 Agen Pemulihan dan 24 klien yang sudah ditangani,

Bone Bolango 2 IBM dengan 8 Agen Pemulihan dan 4 klien yang ditangani, Kabupaten Gorontalo 2 IBM dengan 10 Agen Pemulihan dan belum ada klien yang ditangani, Kabupaten Gorontalo Utara 2 IBM dengan 10 Agen Pemulihan dan 13 klien yang ditangani, Kabupaten Boalemo 1 IBM dengan 5 Agen Pemulihan dan 3 klien yang ditangani. Selanjutnya untuk pendekatan ketiga adalah smart power approach.

Dimana BNNP Gorontalo menggunakan teknologi informasi media sosial dalam penyebaran informasi P4GN dengan total postingan sebanyak 9.976 postingan yang terdiri dari 3.477 postingan Instagram, 3.082 postingan Facebook, 3.208 postingan Twitter, dan 389 postingan.

“tahun 2021 ini juga, BNNP Gorontalo dan jajaran telah membangun kerjasama dengan 61 lembaga pemerintah, swasta, pendidikan, kesehatan, dan kelompok masyarakat, termasuk penandatangan nota kesepahaman dengan 10 perguruan tinggi se-provinsi Gorontalo terkait Akselerasi Pembentukan Desa atau Kelurahan Bersinar Melalui Peran Aktif Perguruan Tinggi Untuk mewujudkan Gorontalo bersih Narkoba,” tutur Brigjen Pol. Ir. Sukandar. (awal-46)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *