Walikota Tantang Penyebab Kotornya Sungai

437
ADV
10
Walikota Marten A. Taha saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ibu Ke-93 Tingkat Kota Gorontalo tahun 2021, Selasa (21/12, Foto Hms).

PEMKOT (RAGORO)- Walikota Gorontalo Marten A. Taha tantang penyebab terjadinya kotoran dimuara sungai di Kota Gorontalo. Menurutnya, Pemerintah Kota Gorontalo sudah berusaha untuk membersihkan, menata kiri dan kanan serta tepi sungai dan juga diperindah, akan tetapi airnya tercemar dengan mengakibatkan tidak beres.

“Siapapun yang punya kebijakan tersebut, saya akan tantang. Dan saya, tidak mau ada sampah-sampah yang dihanyutkan melalui sungai yang ada di Kota Gorontalo, “ungkap Marten saat mengisi acara Bakti sosial bersih-bersih sungai dalam rangka peringatan Hari Ibu Ke-93 Tingkat Kota Gorontalo tahun 2021, Selasa (21/12/21) kemarin.

juga menjelaskan, jikalau di hilir masih dalam pekerjaan di bagian suangai dalam hal ini balai sungai, disilakan. Akan tetapi, terkait sampahnya di angkut ditempat sampah. “Jangan di biarkan hingga hanyut di muara sungai.

Dan ini bisa mengakibatkan banjir. Muara sungai yang kita sudah tata dengan sedemikian rupah, sudah menjadi tempat yang indah direversite sungai bolengo yang ada di kampung tenda kemudian kotoran, salah satunya encek kondok seperti ini, adalah sampah ini.

Saya bilang sampah ini, dan saya tidak mau di Kota Gorontalo tempat pembuangan sampah. Sekali lagi saya tidak setujuh, dengan adanya penghanyutan encek kondok dari sana ini, “tegas Marten.

Kecemasan Walikota Dua Periode dalam sambutanpun, disambut baik oleh warga masyarakat yang berada di sepanjang bantaran sungai bolango tepatnya di Kelurahan Tenilo. “Benar Pak, kami setuju, “ujar warga dengan teriakan.

Lanjut, Marten mengatakan, sungai ini juga menjadi sumber penghidupan, dikarenakan terdapat air. Uniknya sungai di Kota Gorontalo ini, kata Marten, berada di tengah kota, terlebih khusus sungai bolango dan sungai bone.

Maka harus itu kita tata, dalam artian sungai ini jangan menjadi beban bagi kita, akan tetapi menjadi sumber penghidupan kita. Nah, untuk menjadi sumber penghidupan, harus melakukan penataan dan perbaikan.

“Dan alhamdulillah penataan dimulai dari repitalisasi, normalisasi serta penataan tepian sungai sudah selesai sekarang. Bahkan suda ada spot-spot yang sudah dijadikan oleh masyarakat sebagai tempat untuk berwisata. Dengan harapan harus dipelihara dengan baik, “tandas Marten.(lev).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *