PEMKOT (RAGORO)- Bangsa Indonesia adalah bangsa majemuk yang terdiri dari suku, agama, etnis bahasa dan budaya.
Tidak ada cara lain untuk menghadapi kemajemukan tersebut dengan membangun kebersamaan. Hal tersebut seperti yang disampaikan Walikota Gorontalo, Marten A. Taha, ketika memberikan sambutan pada kegiatan silaturahmi natal Oikumene, Ahad (19/12) malam.
“Tidak ada cara lain untuk menghadapi kemajemukan kecuali dengan membangun kebersamaan, saling menghormati, serta saling menghargai perbedaan masing-masing.
Intinya bahwa kemajemukan bangsa harus kita sikapi dengan penuh rasa syukur. Sedangkan keragaman yang kita miliki harus kita terima sebagai anugerah dari tuhan yang maha kuasa, “ujar Marten dalam sambutannya.
Dengan demikian, lanjut Marten, pluralisme pada akhirnya akan mengantarkan agama-agama yang
dianut akan kembali pada panggilan dasar yaitu beribadah hanya kepada tuhan yang maha kuasa,
serta saling menghormati dan saling menghargai.
Sehingga, diantara kita umat beragama akan senantiasa hidup bersama dengan kedamaian dalam
ikatan jalinan persatuan dan kesatuan umat.
Dalam kesempatan itu, Marten juga menyampaikan, perayaan natal harus disikapi sebagai upaya
memotivasi pembaharuan iman, cinta kasih, kesederhanaan, solidaritas dan loyalitas sebagai
cerminan kepatuhan.
Dalam artian, semangat ini hendaknya dapat diabadikan bukan saja umat
kristiani saja, tetapi lebih dari itu untuk kemajuan bangsa dan negara, serta umat manusia di
dunia, khususnya masyarakat Kota Gorontalo.
Oleh karena itu, Marten meminta, kepada umat kristiani di Kota Gorontalo untuk memanfaatkan
kesempatan perayaan natal tahun ini dijadikan momentum untuk memperbaiki kualitas diri baik
dalam beribadah kepada tuhan maupun berinteraksi dengan sesama manusia dalam menjalankan ajaran dan kepercayaan umat nasrani dengan baik dan benar.
“Dalam kehidupan berinteraksi sesama manusia, utamanya dalam kehidupan bermasayarakat,
bernegara dan berbangsa, maka hal itu tentu harus selalu dijaga dan ditingkatkan.
Oleh karena
itu, saya mengajak kita semua untuk memahami tri kerukunan yang menjadi dasar kita untuk
menjaga kebersamaan,” tandas Marten.(lev).











