PEMKOT (RAGORO)- Dipembukaan kegiatan Workshop peningkatan kapasitas daerah dalam rangka percepatan penanganan perumahan kumuh dan permukiman kumuh di Kota Gorontalo, Walikota Gorontalo Marten A. Taha ingatkan pentinya peningatakan kapasitas untuk memiliki langkah-langkah yang strategis dalam melakukan perbaikan terhadap lingkungan kawasan permukiman dan perumahan di Kota Gorontalo. “Keseriusan didalam workshop ini bagaimana kita meningkatkan kapasitas daerah.
Dalam artian, kapasitas dari pemerintah dan masyarakat. Kapasitas daerah ini diharapkan mampuh mempuayi langkah-langkah strategis, apa yang harus dilakukan dalam rangka untuk melakukan perbaikan terhadap lingkungan, kawasan permukiman dan perumahan kita, ini juga sangat erat kaitannya dengan lingkungan hunian dan berkaitan erat pula pembinaan berkeluarga dan penciptaan generasi yang berkualitas, “ujar Marten dalam sambutannya, Senin (29/11/21).
Lebih lanjut Marten, didalam kebijakan pembangunan di Kota Gorontalo berdasarkan RPJMD dan RPJMN, 2019-2024, telah menempatkan pembangunan infrastruktur kawasan permukiman menjadi salah satu bagian terpenting didalamnya. Sehingga di periode kepemimpinan kami kata Marten, berhasil mengurangi luasan kawasan kumuh dari 225,27 hektare, menjadi 3,63 hektare.
Dalam artian, ini turut juga memberikan konstribusi dalam pengurangi luasan kawasan kumuh nasional dari 38.000 hektare menjadi 10.000 hektare. “Tanggung jawab yang begitu besar didalam menuntaskan kawasan kumuh di Kota Gorontalo, tak akan ada dapat diselesaikan tampa dukungan oleh adanya sinergitas, kolaborasi dari semua stake holder.
Baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku yang berheliat didalam penataan kawasan perumahan dan kawasan permukiman. Marten berharap, agar komitmen kolaborasi yang telah disepakati tetap dijaga dan terus diperluas. Sehingga, makin banyak pihak yang akan turut berkolaborasi dalam gerakan yang sangat mulia, shingga Kota Gorontalo menjadi kota layak huni dan bekelanjutan, “pungkasnya.(lev).











