Seriusi Penanggulangan Banjir Gorut, Wabup : Kita Prioritaskan Dulu Wilayah Anggrek

440
ADV
10
Rapat koordinasi penanggulangan banjir di Kabupaten Gorut. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Penanggulangan banjir di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) diseriusi. Bahkan, bersama pihak terkait lainnya, termasuk DPRD, Pemkab Gorut telah membahas mengenai solusi dari penanganan banjir yang terjadi di beberapa wilayah di daerah itu, di Aula Tinepo, Kantor Bupati Gorut, Kamis (25/11) kemarin. Meski memang, sebagai langkah awal, yang diprioritaskan dan mendesak adalah penanganan banjir di wilayah Kecamatan Anggrek.

“Yang kita bahas hari ini adalah soal penanggulangan banjir di Gorontalo Utara, tetapi kita lebih prioritaskan kepada yang sudah sangat mendesak, yaitu potensi banjir yang ada di Anggrek,” ungkap Wakil Bupati Gorut, Thariq Modanggu, usai rapat koordinasi penanggulangan banjir bersama beberapa pihak terkait. Dan karena penanganan banjir itu kaitan dengan normalisasi sungai di muara, maka pada kesempatan itu, pihak Pemkab sengaja menghadirkan pihak dari Dinas Kehutanan Provinsi Gorontalo dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II, dengan harapan segera mendapatkan solusi, terlebih intervensi program.

Wabup Thariq mengaku, ada beberapa poin yang kemudian dihasilkan dari pertemuan tersebut. Yang pertama, bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam rangka percepatan penanganan banjir di wilayah Anggrek untuk menyurati Gubernur, untuk pinjam pakai kawasan hutan Mangrove yang memang berada di muara sungai. “Karena memang, pinjam pakai kawasan, karena berada di bawah 5 hektare, maka itu kewenangan Gubernur. Dan itu ada di dua titik di Anggrek,” tuturnya.

Yang kedua, pihak DLH diminta untuk mengawal surat ke Gubernur tersebut dalam rangka mempercepat agar bisa diselesaikan realisasi anggaran untuk normalisasi sungai di akhir tahun ini, mengingat waktu sudah sangat terbatas. “Karena itu, kami minta ada petugas khusus yang mengawal itu, agar bisa terjadi percepatan,” tegasnya. Selanjutnya, pihak BPBD diharapkan untuk mereview dokumen banjir di seluruh wilayah di Gorut, agar menjadi rujukan. “Karena dokumen yang ada saat ini sudah tidak kondusif lagi dalam rangka penanggulangan banjir di Gorontalo Utara,” tandas Thariq. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *