RDTR Kawasan Perkotaan Paguat dan KLHS

572
ADV
10
Kegiatan Konsultasi Publik (KP) II analisis dan penyusunan konsep RDTR dan kawasan perkotaan Paguat dan KLHS, yang dibuka Sekda Iskandar Datau, mewakili Bupati Pohuwato, kemarin. (foto: humas)

MARISA (RG) – Konsultasi publik (KP) II analisis dan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan perkotaan Paguat dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), dibuka oleh Sekda Iskandar Datau, mewakili Bupati Pohuwato.

Terkait dengan rencana pemanfaatan ruang, struktur ruang, pola ruang, jelas Sekda, itu diharap dibahas tuntas dalam detail tata ruang. Yang nantinya, ini diikuti dengan kajian lingkugan hidup strategis, sehingga akan berjalan bersamaan. “Paguat ini agak unik, di dalam kota ada cagar alam. Ini karakterik khusus kita, diantara kota Marisa dan kota Paguat, ada cagar alam Panua.

Ada endemic yang dijaga disitu, bukan hanya flora tapi faunanya berupa burung maleo, kera putih, tartius ukuran kecil, itu hanya ada di kawasan hutan lindung. Kemudian juga ada flora di dalamnya masih perlu penelitian. Olehnya, kedepan ini mungkin lewat RDTR bisa direkomendasi khusus cagar alam ini,” ungkap Sekda. “Dengan tentunya, apapun yang dibuat, fungsinya bagaimana untuk menjaga bagian hulu, sehingga hilirnya tetap aman.” tukas Sekda, mengingatkan. (iwan/humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *